Breaking News:

Berita Banjarbaru

Ngotot Melintas, Banyak Truk Terjebak di Lumpur Peninggian Badan Jalan Lianganggang Banjarbaru

Tidak sedikit truk ikut terjebak bahkan truk Fuso yang mengangkut semen -yang jelas-jelas dilarang melintas- nekat dan akhirnya mogok di tengah jalan.

Penulis: Aya Sugianto | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/aya sugianto
Sopir yang tidak piawai membawa mobil yang dikendarainya bakal terjebak di tumpukan pasir yang berlumpur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Beberapa mobil pribadi dan pikup angkutan terjebak di kubangan lumpur yang ada di badan jalan lintas provinsi.

Para sopir tetap nekat melintas walau sudah ada papan imbauan untuk melintasi jalan alternatif.

Mereka tetap saja coba-coba lewat di proyek peninggian badan Jalan Lianganggang Banjarbaru - Batibati Kabupaten Pelaihari, Sabtu (4/12).

Sopir yang tidak piawai membawa mobil yang dikendarainya bakal terjebak di tumpukan pasir yang berlumpur.

Baca juga: KRYD Polsek Banjarbaru Barat, Petugas Sita 40 Miras Berbagai Merk di Kios AY

Baca juga: Terlibat Tindak Pidana Perpajakan, Ayah dan Anak di Banjarbaru Jadi Tersangka, Negara Rugi Rp 8,7 M

Tidak sedikit truk ikut terjebak bahkan truk Fuso yang mengangkut semen -yang jelas-jelas dilarang melintas- nekat dan akhirnya mogok di tengah jalan.

Truk yang mogok menutup jalan hingga membuat sopir yang lain harus mencari sisi kosong untuk bisa lewat.

Sejak beberapa hari, jalan lintas provinsi ini memang dilakukan peninggian badan jalan, dengan ditumpuk tanah dan pasir.

Karena sering diguyur hujan jalan menjadi becek dan berlumpur sedangkan arus lalulintas hanya ditutup separo dengan tulisan jalan ditutup agar mencari jalan alternatif, tanpa ada penjagaan petugas, sehingga banyak pengendara tetap melintas.

Baca juga: Penemuan Mayat di Banjarmasin - Pedagang Jamu Ditemukan Tewas, Jasad Keluarkan Buih di Mulut

Baca juga: Kejar Ketinggalan Target Vaksinasi, Kecamatan Salam Babaris Tapin Sediakan Doorprize

"Kami sudah sering menegur para sopir agar balik arah karena mobil berisiko terjebak dan mogok, tetapi mereka tetap tidak menghiraukan teguran," ujar Adul, pengawas jaga proyek pembangunan jalan.

Adul memperlihatkan selembar kertas dari PUPR bahwa untuk sementara jalan ditutup.

Lain halnya Madi, warga sekitar jalan yang berlumpur, sangat menyesalkan dengan lambatnya proyek yang dikerjakan.

Menurutnya keadaan ini bakal berbulan-bulan selesai, kasihan warga yang berusaha di sekitar.

"Ini merugikan, contohnya kami, usaha bengkel jadi sepi, bahkan penjual kayu galam paling merasakan dampak jalan yang berlumpur ini, penjualan sepi, karena pembeli tidak mau ke sini," ungkap madi.

(banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved