Berita Balangan

Belum Ada Kepastian untuk Bantu Petani Kabupaten Balangan yang Sawahnya Rusak Akibat Banjir

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Balangan periksa sawah rusak akibat banjir, tapi tak ada bantuan karena sudah habis terpakai

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Alpri Widianjono
Dari Sertu Budi untuk Bpost
Kebun jagung warga di Desa Mayanau, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Balangan, rusak akibat banjir, Senin (29/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Pasca bencana banjir di 6 kecamatan di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), dampak fisik dan materi dirasakan masyarakat.

Bukan hanya rumah atau fasilitas umum, sawah mereka juga mengalami kerusakan akibat Banjir di Balangan tersebut.

Menyikapi hal itu, tim Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan melakukan pemeriksaan terhadap kerusakan sawah.

Petugas mendatangi beberapa desa di wilayah Kecamatan Halong dan Kecamatan Juai yang terdampak banjir. Mendata luasan lahan dan standar kerusakan tanaman padi. 

Disampaikan Kasi Perlindungan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan dan Hortikultura, DKP3 Kabupaten Balangan, Irni Hendra Amilita, ada ketentuan yang ditetapkan untuk menyatakan kerusakan pada sawah. Di antaranya, tanaman padi yang terendam hingga tiga hari.

Baca juga: Penanganan Dua Desa Terdampak Banjir dan Tanah Longsor Jadi Prioritas BPBD Balangan

Baca juga: Peduli Korban Banjir, Adaro Kirim Tim Rescue Terlatih dan Logistik ke Balangan dan HST

"Termasuk untuk menyalurkan bantuan, kami juga harus mempunyai laporan kerusakan sawah," terangnya, Minggu (5/12/2021).

Hingga saat ini sebut Irni,  pihaknya masih melakukan pendataan terhadap sawah yang rusak.

Sementara itu,  mengenai bantuan yang diharapkan para petani, menurut Irni, belum bisa memastikan hal tersebut.

Mengingat, keterbatasan anggaran serta Cadangan Benih Daerah (CBD)  yang sudah habis.

"Dalam satu tahun, dua kali mengalami bencana banjir dan CBD sudah kami salurkan kepada petani yang terdampak banjir awal tahun lalu," jelas Irni.

Baca juga: Longsor Sejak Tahun 2020, Dinas PUPR Balangan Rencanakan Penanganan Jalan di Liyu pada 2022

Baca juga: VIDEO Banjir Kalsel di Balangan, Air Terus Meninggi di Wilayah Awayan dan Tebingtinggi

Namun begitu, pihaknya berupaya akan memasukan anggaran untuk CBD.

Apabila memungkinkan, maka anggaran tersebut akan diusulkan pada 2022.

Selain itu tambahnya, untuk penyaluran bantuan juga akan menyesuaikan musim, sehingga benih bisa langsung dimanfaatkan petani. 

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved