BRI Lokal Bricerita

VIDEO Mantan Tukang Cat di Mekarsari Kabupaten Batola Sukses Berwirausaha Dukungan BRILink

Fahrujaini, mantan tukang cat, warga Mekarsari Kabupaten Batola, kini memiliki gerai ponsel, toko alat tulis dan keperluan kantor, serta pangkalan LPG

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Jalan hidup berliku bertahun lamanya, toh bermuara pada menuai kesuksesan. Itulah yang terjadi pada seorang Fahrujaini.

Lelaki akrab disapa Izay ini bak mengusai banyak bidang. Sebut saja, tukang cat, usaha ini itu dan sebagainya.

Sampai akhirnya, warga Desa Jelapat 2 RT 02, Kecamatan Mekarsari l, Kabupaten Barito Kuala ( Batola ), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), tersebut saat ini punya 3 unit usaha yang terus berkembang.

Di depan rumahnya, terdapat gerai ponsel dengan nama "Izay Ponsel". Tepat di seberangnya berdiri "Toko ATK Loveta." Berjarak sekitar 30 meter, terdapat pangkalan LPG 3 kg dengan plang "Ijay".

Menilik cerita Izay dalam merintis usahanya tidaklah gampang. Dia merupakan tipikal giat dalam bekerja, namun tidak menafikan keberkahan dalam hasil.

Baca juga: Dirut Bank Kalsel Baru Dilantik, ini Harapan Pemkab Batola

Baca juga: Hanawijaya Resmi Jabat Direktur Utama Bank Kalsel

Karena itu, dia selalu mengutamakan kejujuran dalam menjalankan usaha. Tujuannya tidak lain agar kepercayaan orang tidak pudar, baik pada dirinya maupun usaha yang ia jalankan. 

"Sebelum terjun ke usaha ini, saya sempat jadi tukang cat saat kuliah, jadi guru honorer, wartawan, checker di tambang, hingga jadi guru ngaji," tutur alumnus IAIN Antasari Banjarmasin tersebut. 

Beragam pengalaman menarik dan menggelitik pun ia temui saat beralih-alih profesi mencari penghasilan. Seperti saat menerima jasa sebagai tukang cat, pernah terkejut bahwa pemilik rumah adalah dosennya sendiri.

"Saat jadi wartawan pernah antre di SPBU dan diserobot oknum. Hanya dengan mengeluarkan id card jurnalis, oknum tersebut terpaksa mundur dan masuk baris antrean. Seketika itu pula warga yang sama-sama antre  memberikan tepuk tangan," cerita Izay kepada Banjarmasinpost.

Titik balik ikhtiar Izay pun bermula sekitar tahun 2012. Di tengah minimnya modal dalam memulai usaha, memberanikan diri menjadi nasabah Bank BRI.

Baca juga: 12,5 persen UMKM Tidak Terdampak Negatif Pandemi, Ternyata Kuncinya Terapkan Hal Ini

Baca juga: Kota Banjarmasin Peroleh Penyaluran KUR Tertinggi di Kalsel Sebesar Rp612,61 Miliar

Kemudian, melakukan peminjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 5 juta, dengan BPKB sepeda motor sebagai jaminan. 

Modal berharga ini pun ia putar untuk membeli aksesories handphone yang dijual di kios kecil, tepat di depan rumah.

"Awalnya ya cuman jual aksesori. Ada kedekatan dengan agen handphone di Banjarmasin yang masih terbilang teman, saya dititipi puluhan handphone untuk dipasarkan," imbuh Izay. 

Secara tidak langsung, momentum ini pun bisa dia manfaatkan menjadi pelung besar dalam menarik pelanggan, entah itu permintaan seputar aksesoris maupun handphone berbagai tipe yang mulai booming.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved