Berita Banjarmasin

Angin Kencang dan Gelombang Tinggi, Aktivitas Alih Muat di Tabanio Tala Sempat Ditunda

Aktifitas di Tabanio Tanahlaut terdampak angin kencang dan gelombang tinggi. Namun, harga ikan laut belum terpengaruh

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Banjarmasin, Ari Sasmito. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kondisi angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi di perairan sekitar Kalsel membuat sebagian aktivitas alih muat (transhipment) baik kontainer maupun muatan hasil tambang sementara ditunda selama beberapa jam, Minggu (5/12/2021) malam.

Kepala KSOP Kelas I Banjarmasin, Hartanto melalui Kasi Keselamatan Berlayar, Ari Sasmito mengatakan, penundaan aktivitas alih muat di perairan tabanio sempat diberlakukan karena kecepatan angin sempat menyentuh 20 knot lebih dan gelombang di atas 1,5 meter. 

"Tadi pagi kembali dilanjutkan. Tapi siang angin kembali mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter, jadi siang tadi juga sempat ditunda alih muat," kata Ari dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Senin (6/12/2021).

Meski demikian, kondisi ini belum sampai berdampak pada lumpuhnya aktivitas pelayaran dari Banjarmasin ke Surabaya maupun sebaliknya. 

Baca juga: Pasang Air Laut di Pesisir Kalsel Berpotensi Hingga 3 Meter, Banjir Rob Bisa Lebih Tinggi

Baca juga: Pedagang Risau, Banjir Pasang Air Laut Kembali Kepung Wisata Kuliner Si-Walk Kotabaru

Ari menunjukkan data prakiraan cuaca maritim oleh BMKG, dimana gelombang di perairan antara Banjarmasin di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Surayaba di Jawa Timur (Jatim) berkisar antara 1,5 hingga 2,5 meter, Senin (6/12/2021).

"Ini jadi pertimbangan, tapi untuk kapal-kapal besar seperti kapal roro masih bisa berlayar," kata Ari. 

Namun dalam menerbitkan surat persetujuan berlayar (SPB), KSOP Kelas I Banjarmasin juga mempertimbangkan sederet hal mengacu pada sejumlah kriteria dan tingkat risiko. 

Contohnya bagi kapal tongkang, kondisi ideal berlayar saat kecepatan angin di bawah 7 knot dan tinggi gelombang di bawah 0,75 meter. 

Sedangkan kondisi berisiko tinggi ketika kecepatan angin mencapai di atas 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. 

Bagi kapal roro, kondisi ideal berlayar ketika kecepatan angin di bawah 11 knot dan tinggi gelombang di bawah 1,25 meter. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved