Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dugaan Pidana Iuran HKN 2021, Kejari Banjarmasin Temukan Sejumlah Kejanggalan Laporan Keuangan

Pada kasus peringatan HKN ke-57 oleh Dinkes Banjarmasin, jaks temukan uang masuk rekening berbeda, uang diambil dari rekening lain, tak lapor Kadinkes

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
Kejari Banjarmasin Untuk Bpost
Kasi Intel Kejari Banjarmasin, Akhmad Budi Muklish. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  BANJARMASIN - Dua pekan penyelidikan dugaan korupsi iuran HKN di Kota Banjarmasin, Kejaksaan Negeri (Kejari) telah memintai keterangan dari 14 orang, Senin (6/12/2021).

Begitu banyaknya keterangan yang digali dan ditelisik jaksa, sejumlah orang tak cukup dimintai keterangannya dalam satu hari pemeriksaan. 

Bahkan Bendahara HKN ke-57 Tahun 2021 di Kota Banjarmasin, Widhi Utami, tiga kali menyambangi Kantor Kejari Banjarmasin di Jalan Hasan Basri, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Terkini, Widhi Utami dengan keinginannya sendiri datang ke Kejari Banjarmasin, Senin (6/12/2021).

Hal ini dibenarkan Kepala Kejari Banjarmasin, Tjakra Suyana Eka Putra, melalui Kasi Intelijen, Budi Muklish. 

Baca juga: Dugaan Pidana Iuran HKN 2021, Sekretaris Dinkes Banjarmasin Penuhi Panggilan Jaksa

Baca juga: Penyelidikan Dugaan Pidana Iuran HKN 2021, Kejari Banjarmasin Singgung Soal Pencucian Uang

"Tapi bukan dipanggil. Bendahara HKN datang sendiri ke Kejari hari ini. Kalau sebelumnya dua kali karena kami undang," kata Budi.

Disebutkan, Widhi menyampaikan keterangan dan klarifikasi atas perubahan laporan penggunaan keuangan iuran HKN ke-57 itu yang dilakukannya tanpa sepengetahuan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Banjarmasin

Dimana, laporan itu tak disertai dengan bukti pengeluaran yang jelas. "Hanya ditulis rinciannya saja, sehingga tidak selaras dengan laporan keuangan," kata Budi.

Sejumlah kejanggalan dalam laporan keuangan HKN ke-57 tersebut bukan hal yang baru saja diketahui oleh Jaksa. 

Pada tahap awal penyelidikan, jaksa mendeteksi ada aktivitas mutasi dana pada rekening yang menjadi tempat pengumpulan iuran tersebut.

Baca juga: Dugaan Pungli Iuran HKN 2021, Kejari Banjarmasin Masih Akan Panggil Sederet Nama

Baca juga: VIDEO Dugaan Pungli Iuran HKN 2021, Kejari Banjarmasin Dapati Indikasi Dana Masuk Rekening Pribadi

"Sebelum menjalani pemeriksaan tanggal 22 November, tepatnya satu jam sebelum datang penuhi panggilan, yang bersangkutan mengambil Rp 100 juta lebih di rekening tempat menampung uang iuran HKN," beber Budi.

Kasus ini pun masih terus bergulir. Sejumlah nama lainnya dijadwalkan akan diundang untuk memberikan keterangan pekan ini di Kantor Kejari Banjarmasin.

Dari 14 orang yang telah dimintai keterangan, beberapa di antaranya termasuk pejabat tinggi di Pemerintah Kota Banjarmasin

Mereka itu adalah Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Subhan Noor Yaumil, Plt Kepala Inspektorat Taufik Rifani dan Kepala Dinas Kesehatan dr Machli Riyadi.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved