Breaking News:

Dosen Unsri Lakukan Pelecehan

Oknum Dosen Unsri Akui Lakukan Pelecehan Terhadap Mahasiswi, Kuasa Hukum : Khilaf

Melalui kuasa hukumnya, oknum dosen Unsri berinisial A mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap DR yang tak lain mahasiswinya sendiri.

Editor: M.Risman Noor
tribun sumsel
Penasihat hukum dosen A yang dilaporkan dugaan pelecehan di Unsri H Darmawan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus pelecehan yang dilakukan oknum dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial A mulai terkuak.

Melalui kuasa hukumnya, oknum dosen Unsri berinisial A mengakui telah melakukan pelecehan seksual terhadap DR yang tak lain mahasiswinya sendiri.

Hal ini diungkapkan H Darmawan, kuasa dan penasihat hukum dosen A saat mendampingi kliennya tersebut memenuhi pemanggilan oleh Subdit IV Renakta Polda Sumsel.

"Saya selaku kuasa hukum mengakui benar peristiwa ini ada. Karena kami selaku kuasa hukum sudah mendesak kepada klien kami, bahwa klien harus jujur pada penasihat hukumnya. Bila tidak jujur, bagaimana kami mau maksimal pembelaannya," kata penasihat hukum yang juga mantan ketua DPRD Palembang itu, Senin (6/12/2021).

Meski demikian, Darmawan menyebut apa yang telah terjadi tidak "se-bombastis" dengan kejadian sebenarnya.

Untuk itu dia meminta masyarakat agar mengedepankan asas praduga tak bersalah kepada dosen A yang secara jujur sudah mengakui kesalahannya.

Baca juga: STKIP PGRI Banjarmasin Berkomitmen untuk Terus Tingkatkan Kualitas Dosen

Baca juga: Bersaing Masuk 10 Besar Seleksi Bawaslu RI, Dosen Fisip ULM Ini Jadi Satu-satunya Wakil Kalsel

"Peristiwa ini ada, namun tidak sebesar yang mombastis di media. Oral dan genjot tidak ada. Tolong masyarakat, hargai. Kita mengedepankan asas praduga tak bersalah, pemanggilan hari ini kami penuhi untuk memberikan keterangan dihadapan penyidik," ujarnya.

Lanjut dikatakan, khilaf menjadi alasan kliennya sampai bisa melakukan pelecehan seksual kepada korban.

Perbuatan itu juga dikatakan tanpa adanya pemaksaan terhadap korban.

"Alasannya khilaf, tapi dari versi klien kami tidak ada pemaksaan ke korban," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved