Breaking News:

Berita Banjarmasin

Dosen UIN Antasari Banjarmasin ini Tetap Prioritaskan si Buah Hati di Tengah Kesibukan

Bagi dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Dr Riinawati, meski memiliki kesibukan, keluarga tak dinomorduakan.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
Dr Riinawati 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kesibukan dan padatnya aktivitas kerja terkadang membuat sebagian orang tak memiliki banyak waktu untuk keluarga dan anak-anak.

Padahal, momen tumbuh kembang anak merupakan saat-saat yang krusial dan memerlukan perhatian dari orang tua.

Bagi seorang dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Dr Riinawati, meski memiliki segudang kesibukan, namun baginya keluarga tak dinomorduakan.

Sedikit kesempatan pun selalu dimanfaatkannya untuk bisa bertemu khususnya dengan anak-anak.

"Sebisanya cepat pulang ke rumah dan antar jemput anak sekolah. Tumbuh kembang anak tetap jadi prioritas sesibuk apapun kita sebagai wanita," terangnya.

Baca juga: Puncak Gebyar Menara Vokasi 2021 di Banjarmasin Diwarnai dengan Penandatangan MoU

Baca juga: Terapkan Keadilan Restoratif, Kejari Banjarmasin Hentikan Penuntutan Kasus Pencurian Susu Anak

Rina, begitu biasa wanita ini disapa mengatakan, sebisanya membagi waktu adalah kunci menyeimbangkan antara pekerjaan di luar rumah dan kewajiban sebagai seorang ibu dari anak-anak.

"Anak pastinya butuh kasih sayang dari orangtua. Begitu pula orangtua butuh dukungan anak untuk bisa bekerja. Semuanya harus seimbang dan harmonis," tuturnya.

Berkat pola asuh yang dijaganya betul, jebolan Program Doktor Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya inipun bisa menjalani karir dengan baik tanpa mengorbankan keluarga di rumah.

Buktinya, produktivitasnya dalam membuat buku terbilang jempolan.

Dia tercatat sudah menerbitkan 13 judul buku, 2 buku di antaranya dipasarkan di toko-toko buku besar berskala nasional termasuk Gramedia.

Baca juga: Songsong Beragam Event Keolahragaan, Dispora Tanahlaut Tempa Skill Para Pelatih

Baca juga: PPKM Level 3 Dibatalkan, Penumpang dari Bandara Syamsudin Noor Kalsel Diperkirakan Meningkat

Bahkan baru-baru ini, 7 artikel dan 4 buku karyanya sudah tercatat sebagai Hak kekayaan intelektual (HKI) di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Semua buku hasil karyanya dapat dilihat di perpustakaan digital Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Riina mengaku, buku yang dihasilkannya semata-mata untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar.

Transfer ilmu dan pengetahuan kepada peserta didik dirasanya jadi lebih mudah dengan buku karya sendiri di samping buku lainnya yang juga pasti dibutuhkan.

(banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved