Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Hilirisasi Industri, Investasi Hijau dan Energi Terbarukan Jadi Peluang Investasi di Kalimantan

Motor utama pertumbuhan ekonomi tahun depan diharapkan banyak ditopang oleh investasi.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Capture Kompas Talk
Suasana webinar moderator Kompas Talk, tentang Menakar Investasi di Kalimantan.  

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Motor utama pertumbuhan ekonomi tahun depan diharapkan banyak ditopang oleh investasi.

Pemerintah mentargetkan nilai investasi sebesar Rp 5.891,4 triliun sampai dengan Rp 5.931,8 triliun yang akan dipenuhi mayoritas dari investasi swasta (atau sebesar 83%) baik dari dalam maupun luar negeri, serta sebagian kecil sisanyanya dipenuhi oleh investasi BUMN dan investasi pemerintah.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, dalam Webinar Menakar Investasi di Kalimantan, oleh kompas, Rabu (8/12/2021) menjelaskan pembiayaan investasi akan difokuskan pada proyek-proyek yang menjadi prioritas nasional.

Ia menyebut, di antaranya pembangunan smelter, pengelolaan terpadu UMKM, energi terbarukan, destinasi pariwisata prioritas, dan lainnya. 

Baca juga: PLN Kalselteng Siap Pasok Listrik Dukung Investasi di Kalsel

Baca juga: Investasi PMA Pada Triwulan III 2021 di Provinsi Kalsel Paling Banyak di Batu Bara

Baca juga: Investasi Bodong di Tanbu Dibongkar, 7 Orang Jadi Korban dengan Kerugian Rp 1 Miliar

"Lokasi pelaksanaan proyek tersebar merata di wilayah Indonesia, sebagian diantaranya berada di wilayah Kalimantan, seperti pembangunan Ibukota Negara Baru (IKNB) di Kalimantan Timur, food estate di Kalimantan Tengah, serta pembangunan 3 smelter yang ditargetkan akan mulai beroperasi pada tahun 2022, " urainya dalam materi yang dipaparkan. 

Selain pembangunan smelter, lanjutnya, antara lain  smelter baterai mobil listrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) di Kotabaru, Kalimantan Selatan oleh PT. SILO, smelter timbal dan seng di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, serta smelter alumina di Ketapang, Kalimantan Barat oleh PT. Borneo Alumina (BAI). 

"Peluang investasi lain yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, yaitu green energy sebagai sumber energi baru ke depan. Hal ini berkaitan dengan sebuah pola perekonomian yang mengutamakan kelestarian bumi atau dapat disebut juga dengan Green Economy," urainya. 

Masih dijelaskan dia, Berdasarkan pemetaan potensi yang dilakukan, Indonesia memiliki cukup bayak potensi green industry diantaranya antara lain sektor  yang bersumber dari energi terbarukan, sistem pertanian cerdas yang ramah iklim, dan sistem tata ruang yang ramah iklim. 

Berbagai proyek yang termasuk dalam green industry tersebut berpeluang untuk mendapatkan pendanaan yang besumber dari green financing, baik dari perbankan, institusi pembiayaan, lembaga asuransi, maupun green bond, yang fokus membiayai proyek yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan.

Trend green financing yang mulai marak perlu dimanfaatkan oleh Indonesia untuk menarik investor potensial dan mengembangankan green industry dalam negeri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved