Selebrita

Saat Ditangkap Petugas Jeff Sminth Ternyata Lagi Fly, Polisi Sita Pil LSD

Jeff Smith ditangkap jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan ungkap BB pil LSD

Tayang:
Editor: Irfani Rahman
TRIBUNNEWS.COM/BAYU INDRA PERMANA
Jeff Smith ditangkap polisi beberapa waktu lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Aktor muda Jeff Smith ditangkap petugas Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Metro Jaya di kawasan Depok, Jawa Barat, Rabu (8/12/2021) pukul 18.30 WIB.

Jeff Smith pun saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh petugas.

Ini setelah aktor ganteng ini kedapatan mempunyai narkoba jenis Lysergic acid Diethylamide (LSD) dari tangan Jeff Smith sebanyak dua butir.

Untuk selanjutnya Jeff Smith pun akan menjalani proses hukum.

Jeff Smith sendiri telah dua kali berurusan dengan pihak kepolisian dalam kasus narkoba.

Lagi apa Jeff Smith saat ditangkap?

"Saat ditangkap, Jeff Smith dalam keadaan habis pakai," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E Zulpan ketika ditemui di kantornya, di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Lagi Aktor Jeff Smith Kesandung Narkoba, Ini Kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya

Baca juga: Evan Sanders si Ganteng Yang Dikabarkan Dekat Amanda Manopo, Mantan Presenter Top, Lulusan S2 Lho

Ini berarti Jeff Smith dalam kondisi 'on' atau tripping LSD atau dalam pengaruh narkotika LSD, saat dibekuk.

"Kondisinya seperti apa, ya habis pakai," ucap mantan Dirlantas Polda Kalsel ini.

Sebelum ditangkap polisi, Zulpan menyebut kalau pria bernama asli Mark Jeffrey Smith itu membeli LSD secara online sebanyak 50 butir.

"Dia konsumi satu hari bisa empat butir. Bayangin aja sudah berapa hari dia konsumsi dan saat ditangkap sisa dua butir," jelasnya.

Saat ini, penyidik Ditres Narkoba Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan terhadap Jeff Smith guna mendalami perkaranya itu.

Baca juga: Ternyata Arya Saloka Pernah Main di TOP Sebelum Jadi Idola di Ikatan Cinta, Ini Gayanya

Baca juga: Terbongkar Sifat Lesti Kejora Tak Disukai Rizky Billar, Tetiba Irfan Hakim Sarankan Mandi Bareng

"Masih kita dalami sejauh apa keterlibatan Jeff terhadap pemasok LSD yang ia beli dari pemasoknya ini. Nanti kami akan berikan lagi keterangan lebih lanjut," ujar E Zulpan.

Dalam kasusnya, Jeff Smith dijerat dengan pasal yang terkandung dalam UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Jeff Smith di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (16/4/2021).
Jeff Smith di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (16/4/2021). (Grid.ID/ Anggita Nasution)

LSD atau Lysergic Acid Diethylamide adalah narkotika sintetis yang dibuat dari sari jamur kering yang tumbuh di rumput gandum dan biji-bijian.

Asam lysergic dari jamur ini yang kemudian diolah menjadi LSD.

Dikutip dari Very Well Mind, narkoba jenis LSD ini paling ampuh mengubah suasana hati. LSD yang merupakan halusinogen juga bisa mempengaruhi mental pemakainya.

Beberapa orang melaporkan bahwa efek halusinogen dari LSD membantu mereka mendapatkan wawasan tentang diri mereka sendiri, kehidupan mereka, dan sifat alam semesta. Pengguna terkadang mengaitkan penggunaan LSD dengan kesadaran spiritual yang lebih besar.

LSD sendiri ini tersedia dalam berbagai jenis. Ada Yang dalam bentuk pil, tablet, dan gelatin. Obat ini juga kadang tersedia dalam bentuk kertas kecil mirip perangko.

Setelah mengonsumsi LSD, pemakai akan merasakan efek yang biasanya disebut 'tripping' atau 'acid trip'. Efek tripping ini bisa tahan selama 6-8 jam.

Selama 'perjalanan' tersebut, pengguna akan mengalami distorsi visual dan sensorik lainnya, perubahan pada proses berpikir mereka, dan emosi yang intens seperti euforia.

Efek tripping ini bisa memicu halusinasi penglihatan, seperti tembok bergerak, perubahan benda, atau melihat dan mendengar sosok lain.

Namun, halusinasi yang dirasakan tidak selalu baik. Beberapa pengguna bisa mengalami 'bad trip', yakni kondisi di mana LSD mempengaruhi mental pemakainya hingga merasa putus asa dan kehilangan kontrol. (Arie Puji Waluyo/ARI).Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Jeff Smith Dalam Kondisi 'On' atau Tripping LSD, Saat Ditangkap Polisi,

10 Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba

Narkoba atau narkotika dan obat-obatan terlarang adalah zat atau obat, baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Istilah narkoba banyak digunakan oleh penegak hukum dan masyarakat pada umumnya.

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang, yang sebenarnya merupakan zat adiktif.

Namun, tidak semua zat adiktif adalah narkoba, misalnya kafein, alkohol, dan nikotin.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga diri dari bahaya narkoba.

Berikut upaya pencegahan diri dari bahaya narkoba

1. Mengenal dan menilai diri sendiri

Mengenal dan menilai diri sendiri berarti menyadari akan kelemahan dan kekuatan, kekurangan dan kelebihan, serta cita-cita atau tujuan hidup yang ingin dicapai.

Dengan lebih mengenal diri sendiri, remaja akan dapat lebih mudah mengarahkan perilakunya untuk mencapai tujuan hidup yang telah ditetapkan.

Selain itu juga mencegah diri dari perilaku yang membuat remaja tidak dapat meraih tujuan hidupnya.

2. Meningkatkan harga diri

Harga diri adalah suara hati yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang yang istimewa dan berharga, serta mampu mencapai cita-cita.

Harga diri merupakan dasar dalam proses belajar, membangun kreativitas, tanggung jawab, dan hubungan positif dengan orang lain.

Harga diri seseorang dapat tinggi atau rendah tergantung pada pengalaman, perilaku, dan interaksinya dengan orang lain.

Orang yang memiliki harga diri yang rendah akan cenderung merendahkan dirinya sendiri, percaya bahwa ia tidak dapat menjadi lebih baik, menghindari hubungan dengan orang lain, gelisah, dan suka menyendiri yang mengakibatkan ia mudah untuk dipengaruhi orang lain, termasuk dipengaruhi untuk mengonsumsi narkoba.

Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk memiliki harga diri yang kuat.

Orang yang memiliki harga diri yang tinggi, yang bangga dengan hasil karya sendiri maupun hasil kolaborasi dengan teman, mampu bertindak mandiri, mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik, berani menghadapi tantangan dengan penuh semangat, dan mau membantu orang lain.

3. Meningkatkan rasa percaya diri

Percaya diri adalah gambaran keyakinan, keberanian, cara pandang, pemikiran, dan perasaan tentang dirinya sendiri dalam menghadapi suatu permasalahan.

Apabila seseorang memiliki rasa percaya diri yang baik, ia akan memiliki dorongan, kekuatan, dan keberanian untuk melakukan hal-hal yang positif, seperti siap dalam melaksanakan tugas yang diberikan.

Contoh lainnya yaitu berani berbicara secara rasional untuk mencegah orang lain memanfaatkan dirinya, misalnya dengan berkata “Mohon maaf, saya ada janji” atau berani menolak tawaran zat atau obat yang tidak diketahui yang mungkin menjerumuskannya pada narkoba.

Dengan memiliki sikap percaya diri yang tinggi, seseorang akan siap menghadapi tantangan untuk meraih cita-citanya.

4. Terampil mengatasi masalah dan mengambil keputusan

Kamu perlu belajar mengelola perasaan, seperti rasa takut, marah, khawatir, benci, malu, putus asa, dan sebagainya sehingga tidak lari dari masalah.

Dengan mampu mengelola perasaan, seseorang akan tetap maju dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Dalam menyelesaikan masalah, seseorang juga harus terampil dalam mengambil keputusan.

Dalam mengambil keputusan, seseorang harus menggunakan pemikiran yang logis mengenai sumber masalah dan alternatif pemecahan masalah yang paling tepat dan bijaksana.

Selain itu juga dapat meminta pendapat orang lain, misalnya orangtua jika perlu.

Apabila keputusan yang diambil kurang tepat atau bahkan gagal, maka jadikan sebagai pelajaran untuk melakukan yang lebih baik lagi.

5. Memilih pergaulan yang baik dan terampil menolak tawaran narkoba

Remaja memiliki ikatan yang kuat dengan teman sebayanya.

Bagi seorang remaja, penerimaan atau diakui oleh kelompok sebayanya sangat penting.

Adakalanya, ia berusaha untuk mengikuti hal-hal yang dikerjakan atau diikuti oleh teman-temannya untuk membuat mereka menyukainya, meskipun pada awalnya mungkin juga terdapat tekanan.

Banyak remaja yang mulai merokok, minum-minuman keras, bahkan menyalahgunakan narkoba akibat tekanan dari teman.

Oleh karena itu, bergaulah dengan teman-teman yang tidak menyalahgunakan narkoba.

Selain itu, seseorang juga harus mampu menolak tawaran atau ajakan dari teman terhadap hal-hal yang negatif, seperti merokok maupun minum-minuman keras, apalagi penggunaan narkoba.

Seseorang perlu memiliki keberanian dan tekad untuk menolaknya, belajarlah berkata “Tidak!”.

Sadarilah bahwa narkoba akan membuat seseorang semakin terjerumus kepada kesengsaraan.

selain itu juga harus waspada terhadap teman apabila bersikap memaksa.

Apabila mendapat ancaman, segera tinggalkan teman tersebut atau laporkan kepada guru.

7. Menerapkan pola hidup sehat

Remaja adalah generasi penerus dan aset bangsa Indonesia yang berharga.

Negara Indonesia memerlukan generasi muda yang sehat sehingga dapat tumbuh menjadi manusia dewasa yang sehat yang mampu memajukan negara dan membuat Bangsa Indonesia semakin sejahtera.

Untuk membentuk generasi muda yang sehat, perlu penerapan pola hidup sehat yang meliputi:

- Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi;

- Menghindari makanan siap saji (junk food);

- Olahraga secara teratur, termasuk mengikuti ekstrakurikuler yang bergerak dalam bidang olahraga;

- Istirahat yang teratur dan cukup sehingga dapat mengurangi ketegangan pikiran dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak;

- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

8. Memperkuat iman dan takwa kepada Tuhan

Semua agama dan kepercayaan mengajarkan kepada penganutnya untuk melakukan hal-hal yang baik dan melarang untuk melakukan hal-hal yang buruk, termasuk juga narkoba dan obat berbahaya lainnya.

Remaja yang memiliki iman (kepercayaan) yang kuat, serta selalu berusaha menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan (bertakwa) dapat mencegah berbagai perilaku kenakalan remaja, termasuk dalam masalah penyalahgunaan narkoba.

Remaja yang kurang taat dalam kepercayaan atau agamanya mempunyai risiko yang lebih besar untuk cenderung menyalahgunakan narkoba, dibandingkan remaja yang taat dalam kepercayaan atau agamanya.

Oleh karena itu, remaja harus selalu berusaha untuk meningkatkan iman dan takwanya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

9. Melakukan kegiatan yang positif

Remaja hendaknya dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan positif yang berguna untuk masa depannya, misalnya dengan mengikuti berbagai ekstrakurikuler di sekolah, ikut organisasi siswa seperti OSIS, UKS, PMR, mengikuti gelar seni budaya, dan lain sebagainya.

Dengan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif dapat membantu menghindarkan diri dari penyalahgunaan narkoba.

10. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan teman dan keluarga

Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan keluarga juga sangat penting bagi remaja.

Luangkanlah waktu bersama-sama keluarga dan lebih terbukalah pada orangtua.

Apabila memiliki masalah, bicarakanlah dengan orangtua.

Orangtua tentu akan selalu membimbing atau membantu menyelesaikan masalah.

Dengan begitu, remaja tidak akan terus terbebani sendiri untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

(banjarmasinpost.co.id)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved