Breaking News:

Berita Banjarmasin

Upaya Polda Kalsel Meminimalisasi dan Tanggulangi Dampak Bencana

Upaya penanganan dampak banjir, angin ribut dan tanah longsor, sudah dilakukan Polda Kalsel bersama polres jajaran, TNI dan pemerintah daerah.

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
humas polda kalsel
Iring-iringan truk pengangkut bantuan logistik untuk korban banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) diberangkatkan dari Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (1/12/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi menetapkan status tanggap darurat, merespons kondisi bencana alam yang terjadi di berbagai wilayahnya.

Status tanggap darurat tersebut berlaku setidaknya selama dua pekan sejak ditetapkan oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, Rabu (8/12/2021).

Terkait hal ini, Karo Ops, Kombes Moch Nur Subchan, mengatakan, Polda Kalsel telah siap melakukan upaya yang diperlukan merespon kondisi bencana alam yang melanda Kalsel. 

Bahkan upaya-upaya penanganan dampak banjir, angin ribut dan tanah longsor, sudah dilakukan Polda Kalsel bersama polres Jajaran dan juga TNI dan pihak terkait lainnya.

"Seperti kemarin di Kabupaten HST, sudah kirim personel Satbrimob, Dit Samapta, Polairud. Intinya, kata Pak Kapolda, kita siap," terang Kombes Subchan saat dikonfirmasi, Kamis (9/12/2201).

Baca juga: Sempat Lowong Setahun, Hari Ini Ikhsan Budiman Resmi Dilantik Jabat Sekdako Banjarmasin

Baca juga: Pengurus PDIP Kalsel Targetkan Raih Kursi Ketua DPRD di Pemilu 2024

Tak hanya mengirim personel untuk melakukan evakuasi dan upaya cepat penanggulangan dampak bencana lainnya, langkah-langkah konkrit.

Di antaranya, buka dapur umum, pengiriman bahan makanan pokok serta keperluan para pengungsi,  hingga pelayanan kesehatan. 

"Contoh di Kabupaten HST, tidak cuma dari Polda, bantuan bahan makanan pokokkan dari polres-polres jajaran juga semua sudah dikirimkan ke sana," imbuh Karo Ops. 

Langkah proaktif dalam mengantisipasi dan meminimalisasi risiko banjir, juga dilakukan personel Polda Kalsel dan polres Jajaran. 

Patroli pemantauan debit air dilakukan di sejumlah desa atau kelurahan yang rentan banjir di Provinsi Kalsel.

Baca juga: Ada Dugaan Percobaan Penculikan Siswa di Banjarmasin, Ini Imbauan Disdik Banjarmasin

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Sembuh 14 Orang, Penambahan Positif 2 Orang

Diketahui Kabupaten HST menjadi satu dari sejumlah kabupaten di kawasan Hulu Sungai yang paling parah terdampak banjir, hingga menyebabkan sebagian warganya dievakuasi. 

Masih terjadinya cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir rob makin meluas, termasuk melanda Ibu Kota Provinsi, yakni Banjarmasinm menyebabkan status tanggap darurat bencana diberlakukan di tingkat Provinsi Kalsel. 

Keputusan itu ditetapkan Gubernur dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Kalimantan Selatan nomor 188.44/0773/KUM 2021 tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan gelombang pasang di Provinsi Kalimantan Selatan.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved