Wabah Corona

Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai 24 Desember 2021, Kemenkes Pastikan Aman

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang dimulai 24 Desember 2021 dipastikan aman.

Editor: M.Risman Noor
Banjarmasinpost.co.id/siti bulkis
Kepala BINDA Kalsel, Brigjen Pol Dr Heri Armanto Sutikno tinjau pelaksanaan di Fakultas Pertanian ULM, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (8/12/2021). 

Tertulis dalam aturan tersebut, vaksinasi kelompok usia 6-11 tahun akan dimulai pada 24 Desember 2021.

"Memulai vaksinasi anak usia 6 (enam) tahun sampai dengan 11 (sebelas) tahun dengan ketentuan, telah mencapai target minimal 70 persen pertama total sasaran dan target minimal 60 persen dosis pertama," tulis aturan tersebut yang dikutip Jumat (24/12/2021).

Pada aturan yang diteken Mendagri Tito Karnavian juga tertulis bahwa, daerah harus melakukan percepatan pencapaian targetbvaksinasi di wilayah masing-masing, untukdosis pertama mencapai target 70 persen.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi tentang Penegakan Protokol Kesehatan, kepala daerah yang ikut kerumunan bisa diberhentikan.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengeluarkan Instruksi tentang Penegakan Protokol Kesehatan, kepala daerah yang ikut kerumunan bisa diberhentikan. (ISTIMEWA)

Dan dosis kedua mencapai target 48,57 persen dari total sasaran, terutama vaksinasi bagi lansia sampai akhir bulan Desember 2021 dari total sasaran, terutama vaksinasi bagi lansia sampai akhir bulan Desember 2021.

Instruksi Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022 dan pada saat Instruksi Menteri Dalam Negeri ini berlaku Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai di Pulau Jawa dan Bali, pemerintah berencana akan menerapkan aturan perjalanan antar kabupaten/kota di zaman pandemi Covid-19 seiring natal dan tahun baru.

Vaksin lengkap menjadi salah satu syarat perjalanan dan hal ini sudah diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.

Menurut Wiku kebijakan ini rencananya akan diberlakukan selama masa pengetatan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Dalam waktu dekat pemerintah akan menetapkan kebijakan wajib vaksin dosis penuh untuk pelaku perjalanan antar kabupaten/kota di luar wilayah aglomerasi," ujar Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden , Kamis (9/12/2021).

Baca juga: Kejar Target Vaksinasi 70 Persen, Dinkes Batola Pastikan Stok Vaksin Aman

Kebijakan tersebut akan diterapkan selama periode Natal dan Tahun Baru. Hanya saja kebijakan tersebut tidak berlaku di bagi wilayah di luar Jawa-Bali, mengingatk cakupan vaksinasi yang belum merata.

"Pemerintah Pusat memberikan diskresi kepada Pemerintah Daerah untuk dapat menyesuaikan peraturan sesuai kondisi di daerahnya masing-masing," kata Wiku

Oleh karena itu, Satgas Penanganan COVID-19, kata Wiku mengajak masyarakat yang belum menerima vaksinasi penuh untuk segera mendapatkannya.

Masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis penuh, untuk segera mendatangi pos atau sentra pelayanan vaksinasi.

"Untuk itu, seluruh masyarakat yang belum divaksin penuh, untuk dapat segera mengunjungi pos pelayanan vaksinasi terdekat termasuk di sejumlah bandara dan pelabuhan," pungkasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved