Breaking News:

Berita Kaltim

Diselundupkan Lewat Nasi Kuning, Sabu Gagal Masuk Lapas Samarinda, 3 Pengantar dan 1 WBP Diamankan

Petugas mengamankan Tiga pengantar makanan dan satu WBP setelah narkotika jenis sabu ditemukan dalam bungkusan nasi kuning

Editor: Hari Widodo
HO/Lapas Samarinda
Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dalam sebungku nasi kuning berhasil digagalkan petugas Lapas Klas IIA Samarinda, kini para pelaku sudah diamankan Polresta Samarinda. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Upaya menyelundupkan narkotika jenis sabu lewat nasi kuning ke dalam Lapas Klas IIA Samarinda berhasil digagalkan petugas setempat.

Petugas mengamankan Tiga pengantar makanan dan satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) setelah narkotika jenis sabu ditemukan dalam bungkusan nasi kuning.

Percobaan penyelundupan narkotika golongan satu ini terungkap saat petugas Lapas Klas IIA Samarinda Selasa (13/12/2021) mencurigai bungkusan makanan yang dibawa seseorang untuk diberikan pada salah satu WBP yang sedang menjalani masa tahanan.

Poketan sabu seberat 3 gram brutto ini ditemukan dari balik salah satu bungkusan nasi kuning.

Baca juga: Narkoba Banjarmasin, Polisi Ciduk 2 Tersangka Pengedar di Kelayan B dan Amankan 23 Paket Sabu

Baca juga: Kritis Usai Alami Laka Tunggal, Dua Pria Pringsewu Provinsi Lampung Ini Ternyata Simpan Paket Sabu

Baca juga: Narkoba Kalsel : Tangkap Dua Budak Sabu, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin Sita 57,79 Gram Sabu

Kristal putih mematikan ini coba diselundupkan oleh tiga pria, berinisial AN (29), FR (28) dan HN (28) guna diserahkan ke seorang WBP bernama Boby Maulana. 

FR dan AN warga Kecamatan Badak, Kabupaten Kukar, sedangkan HN merupakan warga Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Kepala Lapas Klas IIA Samarinda Moh Ilham Agung melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Tri Haryanto menerangkan tiga pria yang akan membawakan nasi kuning ini menunjukkan gelagat sangat mencurigakan.

Gelagat mencurigakan ketiganya terlihat saat berada di pintu penjagaan dan hendak menitip bungkusan nasi kuning tersebut kepada petugas sipir. 

"Dua orang (FR dan AN) saja awalnya yang datang, mau titip barang (nasi kuning buat Boby Maulana). Tetapi kemarin itu masih pagi, belum jam untuk titipan dan kedua orang itu juga pakai celana pendek, jadi ditolak sama petuga," kata Tri Haryanto, Selasa (14/12/2021) siang.

FR dan AN yang ditolak, tidak kehabisan akal, sekitar pukul 08.30 WITA, keduanya kemudian menghubungi HN yang bermukim tak jauh dari Lapas Klas IIA Samarinda.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved