Hujan Meteor Geminid

Malam Ini Hujan Meteor Geminid, Simak Cara Menyaksikan dan Waktunya

Hujan meteor Geminid bakal bisa hari ini 14- 15 Desember 2021. Hujan meteor ini bisa disaksikan di Indonesia

nationalgeographic.co.id
Hujan meteor Geminids di Belahan Bumi Utara pada Desember 2013. (Asim Patel/Wikimedia Commons) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Fenomena hujan meteor Geminid bakal bisa disaksikan kembali pada hari ini, 14 Desember 2021 dari Indonesia. Fenomena ini akan berlangsung sampai 15 Desember 2021.

Sebelumnya, pada bulan Oktober 2021 minggu ketiga juga terjadi puncak hujan Meteor Epsilon Geminid dan puncak hujan Meteor Orionid.

Geminid merupakan hujan meteor utama yang titik radiannya atau titik asal kemunculan meteor berada di dekat bintang Alfa Geminorum (Castor) konstelasi Gemini.

Adapun hujan meteor ini bersumber dari sisa debu asteroid 3200 Phaethon (1983 TB) yang mengorbit Matahari dengan periode 523,6 hari.

Baca juga: Hujan Meteor Phoenicid 6-7 Desember 2021, Semua Wilayah Indonesia Bisa Menyaksikan

Baca juga: Peneliti LAPAN: Arid, Hujan Meteor Terbungsu di Awal Oktober 2021

Berikut ini ulasan peristiwa hujan meteor geminid yang terjadi 14-15 Desember 2021, dilansir dari Kompas.com:

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), hujan meteor Geminid dapat disaksikan mulai pukul 20.30 waktu setempat hingga keesokan harinya saat akhir fajar bahari, sekitar 25 menit sebelum terbenam Matahari dari arah Timur laut hingga Barat laut.

Hujan meteor Geminid akan lebih optimal kenampakannya sejak pukul 02.00 waktu setempat hingga pukul 05.30 waktu setempat.

Untuk wilayah Indonesia, intensitas hujan meteor berkisar 86 meteor per jam (Sabang) hingga 107 meteor per jam (Pulau Rote).

Ini disebabkan, titik radian berkulminasi pada ktinggian 46-63 derajat arah utara, sedangkan intensitas hujan meteor saat di zenit sebesar 120 meteor per jam.

Fenomena hujan meteor Geminid dapat disaksikan asalkan cuaca cerah dan bebas dari penghalang maupun polusi cahanya di sekitar medan pandang.

Hujan meteor Geminid
Hujan meteor Geminid (Huffington Post)

Intensitas hujan meteor berbanding lurus dengan 100 persen minus presentase tutupan awan dan berbanding terbalik dengan skala Bortle, skala yang menunjukkan tingkat polusi cahaya dengan semakin besar maka semakin besar polusi cahaya yang timbul.

Sementara itu, intensitas hujan meteor juga akan sedikit berkurang karena Bulan berada di dekat zenit saat titik radian sedang terbit.

Melansir pemberitaan sebelumnya, ukuran meteor yang relatif kecil, membuat meteor-meteor ini akan habis terbakar sebelum sampai di permukaan Bumi.

Baca juga: Ancaman Hujan Meteor ke Bumi di Bulan Ramadhan 2021 Prediksi NASA Hoaks, Ini Fakta Sebenarnya

Oleh karena itu, hujan meteor yang akan terjadi tidak membahayakan.

Meteor yang berbahaya merupakan meteor sporadis dengan intensitas tidak teratur dan dari arah mana pun, sehingga tidak bergantung pada konstelasi mana pun.

Sumber meteor sporadis bukan berasal dari sisa debu asteroid maupun komet yang berpotongan dengan orbit bumi.

Demikianlah ulasan fenomena hujan meteor geminid yang terjadi selama dua hari, 14 -15 Desember 2021 yang bisa disaksikan dari Indonesia.

Namun bagi anda yang ingin menyaksikan fenomena ini, pastikan langit di wilayah anda cerah malam ini. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved