Breaking News:

Obat Covid 19

Amerika Temukan Obat Covid-19? Pfizer Klaim Paxlovid Bisa Kurangi Kematian Hingga 90 Persen

Angin segar berembus dari produsen obat terkemuka Amerika Serikat, Pfizer. Beredar kabar obat virus corona telah ditemukan perusahaan itu.

banjarmasinpost.co.id/kompas.com/SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. Amerika Temukan Obat Covid-19? Pfizer Klaim Paxlovid Bisa Kurangi Kematian Hingga 90 Persen 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pandemi covid-19 masih belum berlalu dari bumi ini. Kasus harian covid-19 pun masih terus bertambah di berbagai belahan dunia.

Namun angin segar berembus dari produsen obat terkemuka Amerika Serikat, Pfizer. Beredar kabar obat virus corona telah ditemukan oleh perusahaan itu.

Obat tersebut adalah pil antivirus Paxlovid buatan Pfizer. Saat ini Paxlovid telah diajukan ke BPOM-nya Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA).

Dalam pernyataannya, pejabat Pfizer mengklaim obat ini dapat mengurangi risiko rawat inap atau kematian hampir 90 persen pada pasien yang tertular virus corona.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia Hari Ini Tambah 190 Kasus Positif, Total Tembus 4.259.439

Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia 13 Desember 2021: Tambah 106 Kasus Baru, Jawa Barat Tertinggi

Pada hari Selasa, (14/12/2021), Pfizer mengklaim obat oral atau minum ini efektif melawan Covid-19 saat diberikan kepada orang berisiko tinggi setelah gejala pertama kali muncul.

Dilansir dari CNN, Selasa (14/12/2021) Pfizer menawarkan pil Paxlovid yang dapat diminum pasien Covid-19 di rumah untuk mencegah keparahan penyakit dan rawat inap.

Sementara itu, pencipta pil Paxlovid berkata bahwa obat ini adalah penggabungan antara obat antivirus bernama nirmatrelvir dengan obat ritonavir.

Setelah satu bulan pengobatan dengan pil Paxlovid, riset ini menemukan adanya lima kasus rawat inap di rumah sakit, serta tidak adanya kasus kematian di antara 697 pasien Covid-19 yang menerima obat setelah tiga hari pertama munculnya gejala.

Para peneliti menyebut, semua orang dewasa yang diamati dalam riset ini belum mendapatkan vaksin Covid.

Lebih lanjut, mereka menilai jika obat Covid-19 tersebut diberikan dalam lima hari pertama setelah bergejala, maka efektivitasnya mencapai 88 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved