PT BORNEO INDOBARA
PT BORNEO INDOBARA Terjunkan Tim Rescue ke Semeru
Emergency Recue Team (ERT) PT BORNEO INDOBARA dari Kalsel ke lokasi bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang dan menemukan beberapa jenazah.
* Tim ESDM Siaga Bencana Bantu Evakuasi Korban Erupsi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap korban bencana erupsi Gunung Semeru, Emergency Rescue Team (ERT) PT BORNEO INDOBARA berangkat dari Kalimantan Selatan (Kalsel) menuju Lumajang, Jawa Timur (Jatim), untuk melakukan misi kemanusiaan, Senin (6/12/2012) pagi.
Tim ERT PT BORNEO INDOBARA didukung 5 personel, terdiri dari 1 pimpinan dan 4 kru, yaitu; Anang Adi Wiriyanto, Zainuddin, Apriyanto Hair, Ahmad Zaini Aprizal dan Ali Asan.
Disampaikan Anang Adi (fire rescue team leader ERT), setiba di Lumajang pukul 17:20 WIB, tim langsung mempersiapkan posko untuk tempat istirahat bersama tim ESDM gabungan dari berbagai instansi dari seluruh Indonesia.
Selanjutnya, Selasa (7/12), tim PT BORNEO INDOBARA ditugaskan search and rescue unit (SRU) 1 di Desa Curah Koboa’an.
Tiba di lokasi, tim melakukan observasi lapangan menggunakan drone atau pemantauan dari udara untuk melakukan searching titik terakhir lokasi korban dari saksi atau kerabat korban.
Tim juga membantu warga memindahkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
“Pada pukul 11:00 WIB tim terpaksa kembali ke posko karena kondisi sudah tidak memungkinkan. Kepulan asap sudah menutupi Gunung Semeru, sehingga tidak bisa terpantau,” jelasnya.
Upaya pertolongan dilanjutkan Rabu (8/12) pukul 04:00 WIB, dimana tim kembali menuju Sru 1 di Desa Curah Kobok’an melakukan pencarian hasil observasi hari sebelumnya.
Tim langsung menuju ke titik pantauan yang sudah ditentukan tepatnya di tambang pasir Desa Curah Kobok’an.
Di lokasi ini tim menemukan satu unit truk pengangkut pasir yang terpendam dan di dalamnya terdapat dua korban Erupsi Gunung Semeru yang sudah menjadi jasad.
Tim segera mengevakuasi dan menyerahkan ke ambulans serta melanjutkan pencarian korban lain.
Ditambahkan External Relation Deptartement Head, R Lington, pada hari berikutnya, Kamis (9/12), tim ditugaskan di Sru 2, tepatnya di Desa Kajar Kuning untuk tugas pencarian korban Erupsi Gunung Semeru.
Bersama tim gabungan tim menuju tambang H Satuan. Karena berdasar informasi dari warga sekitar, masih terdapat pekerja yang belum sempat melarikan diri.
“Mengingat kondisi timbunan terlalu dalam, tim tidak bisa melakukan penggalian manual. Yang dilakukan tim menunggu alat berat dan pembuatan akses menuju lokasi tambang H Satuan,” jelasnya.
Upaya rescue terus berlanjut di hari Jumat (10/12). Pada pukul 04:00 tim ditugaskan ke Desa Kampung Renteng, Kecamatan Kebon Delle, melakukan pencarian korban yang belum ditemukan bersama tim gabungan.
Tim langsung menuju lokasi yang diinformasikan warga bahwa terdapat beberapa orang yang belum ditemukan.
Di lokasi ini, ERT PT BORNEO INDOBARA menemukan satu jasad yang tidak diketahui identitasnya.
Tim segera mengevakuasi dan meletakkan di body bag serta menyerahkan ke ambulans. Kemudian pukul 12.00 kembali ke posko karena situasi sudah tidak memungkinkan.
Sampai saat ini total korban yang ditemukan meninggal 43 orang dan ratusan warga masih hilang karena tertimbun pasir panas.
“Sampai sekarang, tim masih standby di sana membantu penanganan bencana tersebut,” jelasnya, Rabu (15/12).
Selain itu, PT BORNEO INDOBARA tak hanya turun melakukan upaya pencarian dan evakuasi, ERT juga memberikan bantuan sembako dan konsultasi psikologis, kepada korban Erupsi Gunung Semeru. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ert-pt-borneo-indobara-menemukan-beberapa-jenazah-korban-erupsi-gunung-semeru.jpg)