Breaking News:

Tajuk

Dihantui Air Pasang

Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Syamsuddin Noor Banjarmasin, ada potensi air pasang dengan ketinggian pasang maksimum hingga 3 meter.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEPEKAN terakhir intensitas hujan di Provinsi Kalimantan Selatan terbilang tinggi. Meski di beberapa kabupaten dan kota sudah tergenang namun itu baru preambule saja. Potensi banjir rob di Banua justru dimulai pada 18 hingga 22 Desember 2021.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Syamsuddin Noor Banjarmasin, pada rentang waktu tersebut ada potensi air pasang dengan ketinggian pasang maksimum dari 2,5 meter hingga 3 meter.

Hal itu ditambah dengan curah hujan tinggi yang diprediksi terjadi hingga Januari. Curah hujan menengah hingga lebat dan cuaca ekstrem akan terjadi di 24 Desember hingga 2 Januari 2022.

Melihat potensi tersebut, Stasiun Meteorologi Syamsuddin Noor Banjarmasin bahkan mengeluarkan imbauan mengungsi bagi warga yang tinggal di dataran rendah dan pesisir.

Sebab lain masifnya curah hujan di Provinsi Kalimantan Selatan diungkap Forecaster On Duty BMKG Maritim, Gatot defriyantoro.

Dia mengatakan adanya potensi banjir rob di beberapa wilayah di Indonesia pada tanggal 18 hingga 22 Desember 2021 dikarenakan terjadinya fase bulan purnama pada tanggal 19 desember 2021 mendatang.

Prediksi mengenai ketinggian air ini seharusnya dijadikan peringatan bagi warga yang tinggal di daerah pesisir atau di dataran rendah, tak terkecuali di Kota Banjarmasin atau daerah lain.

Diketahui bahwa posisi Kota Banjarmasin saat ini hanya 0,16 meter di atas permukaan laut. Jika kemungkinan air yang datang pada puncak pasang 2,5 meter hingga 3 meter, maka besar kemungkinan sebagian besar daerah di Banjarmasin akan digenangi air.

Bahkan beberapa waktu lalu tak sedikit warga yang rumahnya disambangi air mulai dari kamar hingga dapur. Walaupun sebenarnya sudah dilakukan berbagai langkah antisipasi, namun datangnya air yang mendadak juga membuat sang empunya rumah repot dengan berbagai perabot yang harus dinaikkan. Termasuk instalasi listrik yang berbahaya jika terkena air.

Selain warga, pemerintah daerah juga mulai bekerja keras untuk mengantisipasi ketinggian air yang akan datang. Minimal memikirkan bagaimana caranya agar air tidak bertahan lama di pemukiman. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved