Breaking News:

Tajuk

Omicron Telah Tiba

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Omicron sebagai Variant of Concern (varian yang menjadi perhatian)

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - YANG dikhawatirkan akhirnya datang juga. Varian terkini Coronavirus disease 2019 alias Covid-19, terdeksi di Indonesia. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengumumkan kasus pertama di Tanah Air itu melalui konferensi pers, Kamis (16/12).

Mengejutkan, satu orang dinyatakan positif Covid-19 itu adalah petugas pembersih di Wisma Atlet. Dia terpapar pada Rabu (8/12) atau sepekan sebelum diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Disampaikan menkes, yang bersangkutan tidak memiliki gejala Covid-19 sama sekali. Sehat, tidak ada batuk, tidak ada demam. Meski begitu, para ahli memperingatkan untuk tidak meremehkan risiko yang ditimbulkan oleh jenis virus corona yang sangat menular ini.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Omicron sebagai Variant of Concern (varian yang menjadi perhatian), dua hari setelah terpantau Afrika Selatan (Afsel) pada 24 November 2021. Pembuat vaksin mengatakan bahwa varian tersebut menurunkan persentase kemanjuran vaksinasi Covid-19 secara penuh. Tetapi suntikan booster membantu memulihkan sebagian besar perlindungan suntikan terhadap infeksi parah, rawat inap, dan kematian.

Sejauh ini, Omicron sudah masuk ke lebih dari 80 negara. Presiden Joko Widodo telah meminta masyarakat dan pejabat negara agar menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri. Merespons itu Kementerian Agama (Kemenag) menunda keberangkatan jamaah umrah perdana yang sebelumnya dijadwalkan pada 23 Desember 2021.

Hal itu disampaikan oleh direktur pada Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI, Nur Arifin, Jumat (17/12) kemarin.

Keputusan ini kembali menjadi pukulan telak bagi pengusaha biro perjalanan haji dan umrah di Nusantara. Termasuk di Kalimantan Selatan. Persiapan yang telah mereka mulai setelah vakum setahun lebih, lagi-lagi mesti dipending kemudian dijadwal ulang.

Lebih dari itu, 13 pemerintah kabupaten/kota di Banua, kembali harus bersiaga. Menangkal masuknya Covid-19 versi terbaru tersebut ke wilayah masing-masing. Untuk cara pencegahan masing-masing daerah, tentu sudah berpengalaman saat menangani varian sebelumnya.

Satgas Covid-19, nakes dan stakeholder wilayah masing-masing bakal kembali bekerja keras. Bahkan kali ini tugas mereka lebih berat. Karena seperti disinggung di atas, Omicron bisa menyerang seseorang tanpa menimbulkan gejala. Padahal saat ini pemerintah daerah sedang berjuang mencapai target vaksinasi sebesar 70 persen pada akhir Desember 2021, demi mewujudkan kekebalan kelompok.

Karena itu, ada baiknya pemkab dan pemkot bekerja sama, bersinergi mengatasi ancaman virus mutakhir ini. Bila semua mau bekerja sama dan saling bahu membahu, setidaknya virus maut satu ini bisa hambat masuk ke Bumi Antasari. Semoga. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved