Berita

Pemerintah Kabupaten Tanbu Diminta DPRD Kalsel untuk Dukung Rehabilitasi Hutan Mangrove

Anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, minta Pemkab Tanbu dukung rehabilitasi hutan mangrove untuk atasi banjir rob dan abrasi.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MAN HIDAYAT
Banjir Rob di Kalsel. Kawasan terendam di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (6/12/2021) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), diminta mendukung program rehabilitasi Hutan Mangrove.

Hal itu disuarakan anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, sebagai upaya untuk mencegah dampak parah dari banjir rob maupun abrasi.

Diketahui, proyek rehabilitasi lahan kiritis seluas 600 hektare akan dilaksanakan Dislautkan Kalsel.

Lokasinya, masuk wilayah Desa Sepunggur, Segumbang dan Kresik Putih yang berada di Kecamatan Batulicin dan Kecamatan Kusan Hilir.

Baca juga: Kalsel Masuk Daerah Waspada Pasang Air Laut Maksimum dan Banjir Pesisir

Baca juga: Turut Terdampak Banjir Rob di Banjarmasin, Program Bedah Rumah Jadi Tertunda

Disampaikan Yani Helmi di Banjarmasin, Sabtu (18/12/2021), program penanganan rehabilitasi Hutan Mangrove sebagai bentuk antisipasi pencegahan jenis bencana dari laut tersebut.

"Saya sudah melakikan diskusi bersama Bupati Tanah Bumbu terkait penanganan keadaan alam  khususnya sebagai langkah cepat mengantisipasi bencana ,"  ujarnya.

Rehabilitasi lahan kritis Hutan Mangrove, menurutnya, patut segera diperjuangkan. 

"Kami minta dukungan pemkab tanbu agar saat rehabilitasi nanti mendukung supaya prosesnya berjalan lancar, demi masyarakat," tambahnya.

Baca juga: Hadir di Terminal Cargo Syamsudin Noor Kalsel, BKS Cargo Siap Layani Pelaku Usaha

Baca juga: Wujudkan KEK di Tanahbumbu, Jhonlin Group Akan Bangun Pabrik Smelter Yang Akan Serap 10 Ribu Pekerja

Iklim di Kalsel, menurut Yani Helmi, diprediksi hingga awal 2022 masih ekstrem. Begitu juga, dengan air pasang , masih terus terjadi hingga akhir tahun 

"Hal ini tentu tak hanya soal banjir, tetapi kita harus mencari akar rumput permasalahannya. Bukan hanya pasca penanganan saja. Saya mengharapkan kualitas lingkungan hidup di wilayah Kalsel sesuai rencana," imbuh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel ini.

Total keseluruhan luas lahan kritis di Kalsel teridentifikasi 4.700 hektare lebih. Data ini didapatkan melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito.

( Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Berita Terkait :#Berita
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved