Berita Banjarmasin

Fasilitas Penunjang Tak Diurus, Orang Tua Siswa di SDN Teluk Dalam 7 Banjarmasin Surati Disdik

Sejumlah orangtua siswa di SD Negeri Teluk Dalam 7 Banjarmasin menyampaikan protes terkait kondisi fasilitas penunjang yang tak terurus

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi
Sejumlah orangtua siswa di SD Negeri Teluk Dalam 7 Banjarmasin menyampaikan protes terkait kondisi fasilitas penunjang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejumlah orangtua siswa di SD Negeri Teluk Dalam 7 Banjarmasin menyampaikan protes terkait kondisi fasilitas penunjang di sekolah yang menurut mereka, tidak dikelola dengan baik.

Seperti halaman sekolah masih didominasi tanah urukan, kemudian di atasnya diletakkan kulit pohon kelapa hingga ditumbuhi tanaman liar. 

Informasi dihimpun bahwa kondisi memprihatinkan tersebut, sudah terjadi sejak tahun 2019 lalu.

Padahal menurut para orangtua siswa halaman sekolah tersebut selalu terawat, meski sering terdampak banjir rob.

Baca juga: VIDEO Ekobrik Pintu Gerbang Sekolah di SDN Teluk Dalam 7 Banjarmasin

Baca juga: Disdik Banjarmasin Keluarkan Edaran Revisi Libur Sekolah, Kepala Sekolah  Sampaikan ke Orangtua

"Setelah dijabat oleh kepala sekolah yang sekarang, kami rasa fasilitasnya sekarang kurang terawat," kata Ijah, orangtua siswa. Minggu (19/12/2021).

Hal yang sama jua diungkapkan oleh Anang Suryani yang juga orantua siswa.

Anang menilai pihak sekolah tampak tidak memiliki keseriusan untuk memperbaiki fasilitas penunjang sekolah.

Sebab menurutnya perbaikan yang dilakukan oleh sekolah terkesan sembarangan, hingga tak kunjung selesai. 

"Belum selesai pengerjaan perbaikan fasilitas halaman, tapi mau perbaiki yang lain lagi. Hasilnya, satu pun tak ada yang selesai," ungkapnya.

Berkaitan hal tersebut, para orantua siswa pun berencana mengirimkan surat ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, besok Senin (19/12/2021).

Baca juga: Dikembalikan Sesuai Kalender Akademik, Libur Sekolah di Banjarmasin dari 20 Desember - 2 Januari

Surat tersebut berisi kekecewaan orangtua siswa dan warga sekitar, yang menilai telah terjadi kemunduran terkait pembenahan sarana prasarana sekolah. 

Untuk itu, mereka menuntut agar sekolah tersebut tidak lagi dipimpin oleh kepala sekolah yang bersangkutan. 

Dalam surat itu pula, setidaknya ada 20 tandatangan warga sekaligus orangtua siswa yang menginginkan adanya perubahan. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved