Breaking News:

Kriminalitas Kalteng

Bongkar Minimarket dan Kantor Notaris di Palangkaraya, Komplotan Pencuri Lintas Provinsi Diringkus

Beraksi di Kota Palangkaraya Provinsi Kalteng,  Komplotan pencurian lintas provinsi diringkus jajaran jajaran Polresta Palangkaraya.

Editor: Hari Widodo
(Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel)
Tribunkalteng.com/Pangkan Bangel   Komplotan pelaku tindak pencurian yang beraksi di Kota Palangkaraya, saat digiring sebelum pers rilis di halaman Maporesta setempat, Senin (20/12/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA – Beraksi di Kota Palangkaraya Provinsi Kalteng,  Komplotan pencurian lintas provinsi diringkus jajaran jajaran Polresta Palangkaraya.

Para pelaku yang terdiri dari empat orang pria dari Provinsi di Sulawesi ini ditangkap saat melarikan diri menuju Bandara.

Polresta Palangkaraya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang, laptop, linggis, dan peralatan pembobolan.

Hal itu diungkapkan Kapolres Polresta Palangkaraya Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa, memimpin jalannya pres rilis, Senin (20/12/2021) pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Pencurian di Banjarmasin - Satpol PP dan Damkar Laporkan Kehilangan Hydrant ke Polisi

Baca juga: Pencurian di Kalsel - Dua Penadah HP Curian di Satui Kabupaten Tanbu Diamankan

 “Komplotan pencuri ini merupakan spesialis pembongkaran rumah, toko, dan lain sebagainya. Informasi pelaku melakukan kejahatan di provinsi lainnya, yaitu Kaltim, Bali, Kalsel, dan Kalteng,” jelasnya.

Kapolresta mengatakan, komplotan ini tiba di Kota Palangkaraya, Senin (13/12/2021).

Kemudian mereka melakukan pengamatan sebelum melancarkan aksinya, pada kantor notaris atau toko yang ada di Kota Palangkaraya.

“Hasil pengungkapan, kelompok ini melakukan aksi kejahatan di 4 TKP, yaitu 2 di kantor notaris dan 2 lagi toko perbelanjaan,” katanya.

Total kerugian dari keempat tempat yang kelompok tersebut sebanyak Rp 203 Juta, berdasarkan barang dan uang yang mereka ambil saat melakukan kejahatan.

“Modus para pelaku dengan melakukan pembongkaran mengambil CCTV dengan kerugian Rp 11 juta dan uang di brankas,” ucap Sandi Alfadien Mustofa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved