BTalk

VIDEO BTalk, Diet Defisit Kalori Bagi Pemula

Diet defisit kalori dibahas Rissa Saputri, SGz MPH, Nutrisionis RSUD dr Moch Ansari Saleh Banjarmasin, dalam acara BTalk, Selasa (21/12/2021).

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berat badan dan upaya untuk mendapatkan ukuran ideal, kerap diperbincangkan.

Diet menjadi hal bisa dilakukan untuk mendapatkan tubuh ideal atau menjadi bugar. Banyak macam diet dilakukan untuk berbagai tujuan, salah satunya diet defisit kalori.

Seputar diet defisit kalori ini dibahas di program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (21/12/2021) pukul 16.00 Wita. 

Hadir sebagai narasumber Rissa Saputri, SGz, MPH, Nutrisionis RSUD Ansari Saleh Banjarmasin yang dipandu oleh host dari Banjarmasin Post Group, Tania Anggrainy.

Baca juga: Terdakwa Pemenggal Kepala di Belitung Laut Banjarmasin Dituntut Hukuman Mati

Baca juga: Vaksinasi Gratis di Kantor Dinkes Kalsel, Dispora Targetkan 100 Orang 

Perbincangan mereka ditayangkan live dan bisa Anda simak di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online.

Menurut Rissa, diet adalah pola makan. Diet maintenance menjaga berat badan. Diet penyakit. Diet khusus menambah berat badan.

Prinsip diet defisir kalori adalah keseimbangan energi, yaitu energi yang masuk sama dengan energi yang keluar.

"Diet jenis ini tidak bahaya jika dilakukan secara baik dan benar. Sedangkan yang membahayakan adalah jika terlalu ekstrem, misal ditambah suplemen yang mengandung diuretik sehingga sering buang air kecil," terangnya.

Baca juga: Hindari Gagal Input Data Siswa SNMPTN 2022, SMKN 1 Banjarmasin Siapkan SDM Berkompeten

Baca juga: Banjir Kalsel di Batola, Rumahnya Terendam, Warga Jejangkit Ini Terpaksa Tidur di Atas Andang

Dalam diet ini perlu dilakukan adalah pertama merubah cara sarapan, antara zat makro dan mikro harus terpenuhi. Dengan begitu akan memenuhi kebutuhan tubuh untuk beraktivitas.

"Fokus pada dua zat penting yaitu protein baik hewani dan nabati, kemudian serat. Perbanyak serat untuk membantu metabolisme tubuh," jelas Rissa.

Namun, perlu diketahui pula bahwa keperluan kalori setiap manusia berbeda-beda, tergantung pada usia, tinggi, berat badan, tingkat aktivitas, dan kesehatan metabolisme.

Konsultasi, lanjutnya, kepada ahli gizi untuk menghitung keperluan kalori tubuh. Dengan begitu, bisa tahu makanan dan minuman apa saja dan takaran yang kita butuhkan serta apa saja yang dihindari.

Nutrisionis RSUD dr Moch Ansari Saleh Banjarmasin, Rissa Saputri, SGz, MPH, diajak berbicang mengenai diet defisit kalori dalam acara BTalk yang dipandu host Banjarmasin Post Group, Tania Anggrainy, Selasa (21/12/2021).
Nutrisionis RSUD dr Moch Ansari Saleh Banjarmasin, Rissa Saputri, SGz, MPH, diajak berbicang mengenai diet defisit kalori dalam acara BTalk yang dipandu host Banjarmasin Post Group, Tania Anggrainy, Selasa (21/12/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO)

Secara umum hindari minuman manis yaitu soda, jus buah, atau kopi dengan tambahan gula. Selain itu, minuman beralkohol juga mengandung kalori yang tinggi. 

Batasi makanan olahan yang mengandung kalori tinggi dan mendorong nafsu makan. Makanan olahan sangat rendah vitamin, mineral, dan serat yang tidak memberikan manfaat apa pun untuk tubuh. 

Memasak atau mempersiapkan sendiri makanan yang kita konsumsi membuat kita lebih mudah mengontrol bahan dan porsi, sehingga asupan kalori kita terjaga.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved