Pedagang Bambu Balangan

Balanting, Rahmad Jalankan Usaha Turun Temurun Berdagang Bambu Lewat Jalur Sungai Balangan

Mengikuti arus sungai dari Halong, menyisir Sungai Balangan, hingga ke Amuntai, begitulah cara Rahmad membawa ratusan bambu yang ia perdagangkan.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Pedagang Bambu di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Rahmad, membuat lanting bambu yang nantinya akan dijual ke Amuntai, Hulu Sungai Utara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Amparan bambu hijau tertata rapi di dasar Sungai Halong, Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel.

Rupanya, bambu itu, merupakan barang yang akan dibawa ke kabupaten tetangga yang nantinya akan menghasilkan uang bagi pengantar.

Ia adalah Rahmad, lelaki ini sudah lama menggeluti usaha berdagang bambu.

Pada Sungai Halong di Desa Kapul, ia mangkal saat akan mengantarkan bambu ke wilayah Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Mengikuti arus sungai dari Halong, menyisir Sungai Balangan, hingga ke Amuntai, begitulah cara Rahmad membawa ratusan bambu yang ia perdagangkan.

Pulang-pulang, ia sudah mengantongi uang dari hasil penjualan.

Baca juga: Polres Balangan Sukses Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

Usaha berdagang bambu, sudah turun temurun dijalani keluarga Rahmad.

Di Halong ucapnya, hanya dirinya dan dua saudara lainnya yang masih menggeluti usaha tersebut.

Apalagi saat ini berdagang bambu masih begitu menjanjikan.

Terkadang, perdua minggu atau tiga minggu sekali, aktivitas Rahmad di sungai Halong ini baru bisa ditemui.

Ia menyusun ratusan bambu yang nantinya akan digunakan sebagai lanting menuju Amuntai.

Sesampainya di Amuntai, lantingnya dibongkar dan dijual kepada pembeli yang sudah siap menunggu kiriman bambunya.

Baca juga: Delapan Desa di Kabupaten Balangan Terima Penghargaan Proklim dari KLHK dan Gubernur Kalsel

Ucap Rahmad, usaha ini sudah dilakoni sekitaran tahun 1970an, dimulai dari usaha kakeknya yang dilanjutkan oleh sang ayah.

"Dulu semasa kecil saya masih ikut ayah. Sekarang saya tinggal melanjutkan dan sudah bisa bekerja sendiri dibantu teman-teman," ucap Rahmad, Rabu (22/12/2021).

Selain usaha bambu, dahulunya keluarga Rahmad juga berdagang pisang dan membawa pisang tersebut bersamaan bambu lewat sungai.

Namun karena sekarang sudah ada mobil, sehingga pisang diantar menggunakan mobil, tinggal bambu saja yang masih menggunakan jalur sungai.

(banjarmasinpost,co.id/isti rohayanti)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved