Breaking News:

Tajuk

Atribut Teroris

NR adalah satu dari dua terduga teroris di Kalsel yang ditangkap Densus 88. Dihari yang sama, polisi juga menangkap tiga terduga teroris di Kalteng

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Densus 88 antiteror Polri tiba-tiba saja terlihat melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Gang Seroja Jalan Simpang Anem, Kelurahan Kuin Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel.

Penggeledahan itu, berlangsung setelah Densus menangkap sang penghuni rumah itu yakni NR (22) di tempatnya bekerja di Tanahlaut.

NR adalah satu dari dua terduga teroris di Kalsel yang kemarin ditangkap Densus 88. Dihari yang sama, polisi juga menangkap tiga terduga teroris di Kalteng.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut, dua terduga teroris di Kalsel dan Palangkaraya Kalteng, sama-sama terafiliasi oleh kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Penangkapan NR, tentu saja membuat kaget orang-orang yang selama ini mengenalnya. Mengingat NR, merupakan atlet silat kebudayaan Banjarmasin.

Menurut pelatihnya, pemuda Banjarmasin itu termasuk atlet berprestasi yang menyabet berbagai juara di kejuaraan baik nasional bahkan internasional. Di kejuaraan di Den Haag, Belanda secara virtual NR juga mendapatkan dua medali emas.

Penangkapan NR dan terduga teroris lainnya tentu memunculkan pertanyaan sejauh mana NR terlibat sehingga disebut terduga teroris.

Selama ini, kita sering tiba-tiba saja dikejutkan dengan penangkapan-penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 terhadap seseorang yang disebut terduga teroris tanpa ada penjelasan bagaimana orang itu terlibat dengan aktivitas terorisme.

Kita memuji langkah antisipatif yang dilakukan oleh kepolisian untuk mencegah aksi terorisme terjadi dan menimbulkan korban jiwa. Namun, secara tegas sejauh mana aktivitas seseorang bisa dikatakan termasuk dalam kegiatan terorisme atau disematkan atribut teroris, harus dijelaskan secara terbuka pula.
B
atasan seseorang sudah dikatakan teroris sendiri, tak pernah secara gamblang disebutkan. Padahal, ini perlu dibuka kepada publik sebagai pembelajaran agar kita semua bisa mengantisipasi diri dan orang-orang di sekitar kita tidak sampai masuk dalam aktivitas jaringan terorisme.

Polisi harus membuka ini, agar anak-anak muda yang tidak tahu menahu dengan terorisme tidak sampai terjerumus pada aktivitas yang tanpa disadarinya sudah termasuk dalam kualifikasi terorisme.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved