PT PLN Persero UPT KSKT

PLN Teken PKS dengan BKSDA Kalsel Jaga Kelestarian Alam di Kawasan Pulau Kembang

Di Pulau Kembang terdapat tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang dioperasikan di bawah pengawasan PLN UIKL Kalimantan

Editor: Eka Dinayanti
PLN UIKL Kalimantan
Penandatanganan PKS PLN UIKL Kalimantan dan BKSDA Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kawasan Pulau Kembang merupakan pulau kecil dan hutan wisata di kawasan konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan.

Dengan luas sekitar 60 hektare, pulau ini terletak di seberang Sungai Barito dan hanya dihuni oleh fauna Bekantan sang icon Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. 

Di Pulau tersebut terdapat tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang dioperasikan di bawah pengawasan PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Kalimantan (UIKL Kalimantan).

Tower SUTT tersebut dibangun untuk menghubungkan satu Gardu Induk dengan Gardu Induk lainnya agar kebutuhan listrik untuk mendukung perkembangan industri di sekitar daerah tepi sungai dapat terpenuhi.

Di Pulau Kembang terdapat tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang dioperasikan di bawah pengawasan PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Kalimantan (UIKL Kalimantan).
Di Pulau Kembang terdapat tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang dioperasikan
di bawah pengawasan PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Kalimantan
(UIKL Kalimantan). (PT PLN Persero PLN UIKL Kalimantan)

Pembangunan tower SUTT tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui surat Dirjen KSDAE tanggal 23 Oktober 2020 perihal Persetujuan Kerja Sama Penempatan dan Pengoperasian Jaringan Transmisi SUTT 150 kV GI Trisakti-GI Seberang Barito di Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Kembang a.n. PT PLN (Persero).

Selanjutnya pada tanggal 10 Maret 2021 telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PLN UIKL Kalimantan dan BKSDA Kalsel tentang pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan berupa penempatan dan pengoperasian jaringan transmisi SUTT 150 kV Gardu Induk Trisakti ke Gardu Induk Seberang Barito di Kawasan Taman Wisata Alam Pulau Kembang, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager PT PLN (Persero) UIKL Kalimantan Daniel Eliawardhana mengatakan pihaknya menyambut baik dan berterima kasih atas dilanjutkannya Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BKSDA Kalsel.

“Kami sangat mengapresiasi kerjasama BKSDA Kalsel sehingga proyek strategis ini dapat terlaksana. PLN sangat mengutamakan kelestarian lingkungan dalam setiap usahanya, termasuk dalam proyek pembangunan jaringan transmisi guna memenuhi kebutuhan listrik Kalimantan Selatan ini” ujar Daniel.

pulau kembang terletak di seberang Sungai Barito dan hanya dihuni oleh fauna Bekantan sang icon Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan.
pulau kembang terletak di seberang Sungai Barito dan hanya dihuni oleh fauna Bekantan
sang icon Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. (PT PLN Persero PLN UIKL Kalimantan)

Sementara itu Kepala Balai BKSDA Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc dalam sambutannya menyampaikan harapannya dengan adanya PKS ini dapat membantu meningkatkan efektivitas dan fungsi TWA Pulau Kembang menjadi lebih baik lagi.

Kawasan Pulau Kembang ini memiliki daya tarik selain keunikan satwanya namun juga sebagai wisata religi dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TWA.

Adapun Ruang Lingkup dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pemeliharaan dan pengelolaan tapak tower dan 2 (dua) buah menara serta jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV.

2. Perlindungan dan pengamanan kawasan berupa inventarisasi dan pembuatan peta kerawanan hutan, pencegahan gangguan, identifikasi tanda batas, penguatan tenaga pengamanan termasuk pembentukan pengamanan swakarsa, patroli dan penanggulangan kebakaran.

Kawasan Taman Wisata Alam Pulau Kembang, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan
Kawasan Taman Wisata Alam Pulau Kembang, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi
Kalimantan Selatan (PT PLN Persero PLN UIKL Kalimantan)

3. Penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang pelaksanaan kerja sama dan pengelolaan Kawasan.

4. Pengawetan flora dan fauna berupa identifikasi, inventarisasi, pembinaan habitat dan populasi, penyelamatan jenis, pengkajian, penelitian dan pengembangan.

5. Pemulihan ekosistem berupa rehabilitasi dan restorasi kawasan.

Dengan terjalinnya kerjasama ini harapannya ketersediaan pasokan listrik dapat mendukung perekonomian dan industri agar menjadi semakin maju dengan tetap menjaga Kawasan Taman Wisata Alam Pulau kembang tetap aman dan lestari. (aol/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved