Breaking News:

Travel

Masuk Sungai Biuku Banjarmasin Akan Berbayar, Pokdarwis Berharap Berkelanjutan

Per tiket masuk tempat wisata Sungai Biuku Banjarmasin Rp 15 ribu per orang, mencakup biaya masuk, susur sungai, suguhan kue lempeng dan es cendol.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Wisatawan sedang susur sungai di tempat wisata Sungai Biuku, Kelurahan Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengunjung yang masuk ke tempat wisata Sungai Biuku, Kelurahan Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akan dikenakan tarif.

Per tiket biayanya sebesar Rp 15 ribu per orang, mencakup biaya masuk, susur sungai, suguhan kue lempeng dan es cendol.

Sebelum benar-benar diterapkan, biaya masuk tersebut telah disimulasikan yang dihadiri Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarw Kampung Wisata Sungai Biuku, Didi Wahyudi, berharap program berbayar tersebut bisa dijalankan secara berkelanjutan ke depannya.

Baca juga: VIDEO Undian Vaksinasi di Banjarmasin, Kapolsek Umumkan Warga yang Dapat TV Hingga Kulkas

Baca juga: Hidupkan Kembali Pasriwisata, Ibnu Sina Deklarasi CHSE di Sungai Biuku Sungai Andai Banjarmasin

Sebab, ujar Didi, dengan membayar Rp 15 ribu, pengunjung tidak hanya mendapatkan berbagai fasilitas, tetapi juga bisa mendapatkan berbagai macam pengetahuan.

"Kami juga mengusung konsep wisata edukasi. Misalnya, cara membuat kerajinan tangan hingga pemanfaatan plastik bekas melalui ekobrik," kata Didi. Minggu (26/12/2021).

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Banjarmasin, Ehsan El-Haque, mengatakan, program di sungai biuku tersebut pihaknya jalankan agar bisa memutar roda perekonomian.

Dirinya mendukung kegiatan Pokdarwis, selama hal itu tidak memberatkan para pengunjung.

Baca juga: Kapolda Kalsel Optimistis Pembangunan Markas Baru Polda Kalsel di Banjarbaru Dimulai Pada 2022

Baca juga: Wisata Kalsel, Susur Sungai di Biuku Banjarmasin Sajikan Sensasi Berbeda

"Kami tentunya sangat mendukung, selama tidak memberatkan wisatawan. Kalau saya lihat dari brosur yang ada, itu sangat wajar," ujarnya.

Berkaitan hal tersebut Ikhsan menargetkan 10 tempat wisata baru di Banjarmasin yang akan  menerapkan program serupa pada 2022.

"Target kami, ada 10 kampung wisata yang mengusung konsep seperti ini. Semoga bisa dimulai di 2022," harapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved