Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

PW Santripreneur Indonesia Kalsel Ikuti Bussines Meeting di Lampung

Ketua PW Santripreneur Indonesia Kalimantan Selatan, KH Abdul Hamid Marzuqi, dan Sekretaris, Ustaz Edy Setyo Utomo, menghadiri Temu Bisnis di Lampung.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
SANTRIPRENEUR INDONESIA
Suasana pertemuan bisnis Santripreneur Indonesia di Lampung, turut dihadiri pengurus dari Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Santripreneur Indonesia bekerja sama dengan PT Hutama Karya menggelar Temu Bisnis Kolaborasi Produk dan Relasi di Lampung.

Acara ini merupakan kegiatan Santripreneur Indonesia yang mempertemukan para pelaku bisnis untuk membahas peluang kerja sama dengan produk masing-masing pengusaha.

Mengambil momen Muktamar NU ke 34 kegiatan ini dihadiri para pelaku bisnis besar antara lain H Bukhori Al Zahrowi, Gus Ghozali founder NU Jack, H Sulaiman Ketua HIPSI dan para pelaku bisnis lainnya.

Dari akademisi, hadir Prof Dr Rasyidin dari UIN Raden Intan Lampung. 

Temu usaha ini dihadiri 35 peserta serta para pionir dan pelaku usaha di Lampung, serta pengurus Santripreneur Indonesia yang sedang mengikuti Muktamar NU di Lampung.

Baca juga: Ciptakan Pengusaha Kuliner, APJI Kalsel Gandeng Santripreneur Indonesia Adakan Pelatihan Bikin Kue

Baca juga: Bahaya Paham Radikal, FKPT Kalsel: Tingkat Paparan Melalui Medsos Tinggi

Salah satu Pengurus Wilayah Santripreneur Indonesia yang hadir adalah Ketua PW Kalimantan Selatan, KH Abdul Hamid Marzuqi, didampingi Sekretaris , Ustaz Edy Setyo Utomo. 

Gus Hamid yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan sebagai Ulama Penggerak Santripreneur pada gelaran Santripreneur Award 2021 merasa bersyukur bisa menghadiri bussines meeting, berkumpulnya para pelaku bisnis, sehingga bisa berkolaborasi diantara peserta yang hadir.  

Topik utama yang dipilih dalam pertemuan ini adalah Product and Relationship Collaboration Business Meeting. (kolaborasi produk dan relasi).

Kegiatan ini mempertemukan para pengusaha untuk saling berbagi tentang bisnisnya masing-masing dan merumuskan peluang yang bisa dikolaborasikan.

KH Ahmad Sugeng Utomo atau yang sering disapa Gus Ut selaku penggagas dan Ketua Majelis Wali Amanat Santripreneur Indonesia, dalam sambutannya, mengatakan, relasi bisnis dewasa ini telah berubah dari konsep kompetisi menjadi model pengelolaan bisnis yang berbasis kemitraan atau kolaborasi.

Baca juga: APJI Dan PW Santripreneur Kalsel Kolaborasi Gelar Pelatihan Membuat Kue, Hadirkan Chef Remy Sedayu

Baca juga: Momen Akhir Tahun 2021, Kepiting dan Udang Kalsel yang Diekspor Senilai Rp10,78 Miliar

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved