Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Pakan Ternak Ayam Naik, SuplaI dari Jawa ke Kalimantan Selatan Turun Drastis

Suplai telur dan cabai dari Jawa serta Sulawesi ke Kalsel tak maksimal karena harga pakan naik dan lahan terendam akibat curah hujan tinggi.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Penjual telur ayam di Pasar Antasari, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (21/12/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID,  BANJARMASIN - Harga telur dan cabai rawit lokal di momen Natal dan tahun baru di Kalimantan Selatan (Kalsel) melonjak hingga Rp 30 ribu di eceran.

Harga cabai juga makin tinggi, tembus di atas Rp 100 ribu per kilogram. CabaI merah keriting segar Rp 63.300 per kilogram, cabai rawit hijau segar Rp 24.000 per kilogram. 

Komoditi paling melejit adalah cabai rawit lokal segar mencapai Rp 132.200 per kilogram. Untuk harga cabai rawit taji segar Rp 107.700 dan cabe rawit tiung segar Rp 107.700 per kilogram.

Kondisi ini juga dimonitor Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani. Menurutnya, Senin (27/12/2021), selama 3 bulan harga telur di Kalsel dan secara nasional anjlok jauh lebih murah dari harga acuan pemerintah.

Baca juga: Pertamina Siagakan Agen dan Pangkalan Antisipasi Nataru, Tingkatkan Stok dan Penyaluran Elpiji 3 Kg

Baca juga: Momen Akhir Tahun 2021, Kepiting dan Udang Kalsel yang Diekspor Senilai Rp10,78 Miliar

"Kondisi ini berakibat peternak mengalami kerugian. Bahkan sebagian gulung tikar hingga mengurangi produksinya. Sejak Kamis 23 Desember, harga telur ras bergerak naik cukup signifikan hingga tembus di harga Rp. 30.000 per kilogram. Penyebabnya adalah tingginya permintaan telur di pasaran deengan kembali dilakukannya beberapa program bansos pemerintah berupa Bantuan Pangan Non Tunai dan PKH  yang salah satunya berupa telur ayam ras," urainya. 

Pasokan telur dari jawa ke Kalsel turun drastis. Karena, harga telur di Jawa lebih mahal dari pada di Kalsel. 

"Jadi, kenaikan sekarang ini bukan karena momen Nataru saja, tapi juga akibat terjadinya kenaikan harga pakan ternak ayam. Kami sudah melakukan pertemuan dengan Pinsar Kalsel dan meminta mereka untuk menjaga dan meningkatkan produksinya, serta menjaga suplai dengan lebih mengutamakan daerah Kalsel. Dengan begitu, suplai akan berangsur normal dan diharapkan harganya berangsur turun," beber Birhasani

Untuk komoditas cabai lokal, sambung Birhasani, curah hujan yang tinggi bahkan adanya beberapa desa penghasil cabai yang kebanjiran berakibat gagal panen dan pasokan ke pasar berkurang.

Baca juga: Polemik Rencana Hapus Premium dan Pertalite, Pengusaha di Banjarmasin Sebut Akan Sangat Memberatkan

Baca juga: Monitoring Disdagri Kabupaten Tanbu di Pasar dan Gudang, Stok Sembako Aman

"Pedagang idak berani stok dalam jumlah banyak karena berisiko cepat busuk. Sebab, kandungan air yang tinggi pada cabai. Upaya mendatangkan cabai dari Jawa dan Sulawesi sudah dilakukan pedagang, namun tidak bisa maksimal karena harga belinya mahal. Ini terjadi karena di daerah mereka juga mengalami permasalahan yang sama dengan di kalsel, yaitu curah hujan yang tinggi dan gelombang besar berakibat terlambatnya distribusi, " tandas Birhasani.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved