Breaking News:

Opini Publik

Program Generasi Berencana Mengantisipasi Ledakan Bonus Demografi

Pandemi Covid-19 memberikan banyak hikmah. Salah satu fenomena menarik adalah adanya prediksi meningkatnya kehamilan selama masa pandemi ini.

Editor: Syaiful Akhyar

Ribut Lupiyanto
Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)

BANJARMASINPOST.CO.ID -  Pandemi Covid-19 memberikan banyak hikmah. Salah satu fenomena menarik adalah adanya prediksi meningkatnya kehamilan selama masa pandemi ini.

Bukan main-main, karena prediksi disampaikan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sebagian kehamilan terjadi di luar nikah sehingga menyebabkan tingginya permohonan dispensasi pernikahan.

Dispensasi tersebut mayoritas terjadi untuk pernikahan dini. Yaitu usia remaja yang belum merencanakan atau dianjurkan menikah secara aturan.

BKKBN mensinyalir potensi penyebabnya adalah kondusifitas suasana “di rumah saja” dan menurunnya penggunaan alat kontrasepsi di kalangan pasangan suami-istri.

Hal ini bisa terjadi karena para pengguna alat kontrasepsi yang kesulitan mendapatkan pelayanan atau akses perawatan berkelanjutan alat kontrasepsi.

Estimasinya saat pandemi ini terjadi penurunan penggunaan alat kontrasepsi hingga 10 persen. Sementara jumlah pengguna kontrasepsi di seluruh Indonesia ada di kisaran angka 28 juta orang.

Sehingga prediksinya ada penurunan 2,8 juta orang, dengan rumus kehamilan 15 persen berarti akan ada sekitar 420 ribu ibu hamil.

Salah satu pihak yang menerima efek sekaligus penting berkontribusi bagi antisipasi ledakan kependudukan adalah perempuan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved