Breaking News:

Tajuk

Saatnya Instrospeksi Diri

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto memerintahkan jajarannya melakukan vaksinasi minimal 2.500 orang per hari hingga akhir tahun.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tahun 2021 tinggal dua hari lagi. Hampir semua instansi di Kalimantan Selatan sibuk mengejar target vaksinasi sebesar 70 persen dari sasaran.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto memerintahkan jajarannya melakukan vaksinasi minimal 2.500 orang per hari hingga akhir tahun. Hal yang sama juga dilakukan pemerintah provinsi, kabupaten dan kota.

Mengapa target tersebut harus dikejar? Pertama tentu saja untuk meningkatkan imunitas masyarakat terhadap Covid-19. Kedua tentu saja ini berkaitan dengan penilaian. Soalnya target tersebut ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Malu jika Kalsel tak mencapai target karena bakal diumumkan secara nasional.

Akhir tahun memang masanya penilaian. Sebagai manusia, kita kerap menjadikan akhir tahun sebagai masa instrospeksi diri. Apa yang telah dikerjakan selama setahun ini? Kesalahan apa yang telah kita perbuat?

Tidak sekadar introspeksi diri, kita juga harus menetapkan rencana untuk tahun depan. Tentu saja harus diiringi dengan target.

Tak hanya orang, instrospeksi, evaluasi dan perencanaan juga harus dilakukan pemerintah. Instansi dan pemerintah daerah di Kalsel wajib melakukannya. Jangan menjadikan pandemi Covid-19 sebagai alasan kinerja tidak maksimal.

Dapat dipastikan, pemerintah daerah akan menyatakan tidak bisa melakukan pembangunan secara maksimal karena anggarannya tersedot untuk penanganan Covid-19.

Mengapa ini tidak bisa dijadikan alasan? Karena sudah sejak lama anggaran pembangunan tergerus anggaran rutin pemerintah daerah seperti pembayaran tunjangan pegawai.

Kita patut apresiasi Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang menolak melakukan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sehingga juga tak bisa merekrut Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Soalnya PPPK digaji pemerintah daerah dan Pemkab Kotabaru tidak punya uang. Jika permintaan pemerintah pusat itu dipenuhi maka Pemkab Kotabaru tidak memiliki cukup dana untuk pembangunan.

Evaluasinya apa? Evaluasinya adalah tidak semua keinginan pemerintah pusat harus dipenuhi. Pemerintah daerah harus punya argumen.

Evaluasi lainnya adalah 2021 merupakan tahun penuh bencana di Kalsel. Awal tahun banjir bandang. Akhir tahun hingga awal 2022, Kalsel juga diintai banjir.

Artinya, kita harus lebih mempersiapkan diri menghadapi bencana. Salah satunya adalah persiapan pengenai dana bencana. Jangan sampai pejabat hanya bisa meninjau korban banjir tanpa bisa memberikan bantuan. Masyarakat tentu akan mencemoohnya.

Para pejabat juga harus berani mengungkap kelemahan instansinya dalam memberikan pelayanan masyarakat. Tidak hanya menyampaikan keberhasilan. Ini tidak akan membuat wibawa pemerintah menjadi runtuh.

Justru sebaliknya masyarakat akan salut terhadap pejabat dan instansi yang berani mengoreksi dan memperbaiki diri. Semoga 2022 menjadi tahun yang lebih baik dari 2021. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved