Breaking News:

Wisata Penangkilan Gunung Keramaian

Wisata Kalsel - Beragam Jenis Pohon Buah Lokal Tersedia di Penangkilan Gunung Keramaian Tanahlaut

pada musim durian seperti saat ini, pengunjung Wisata Penangkilan dapat sepuasnya menikmati buah durian khas setempat.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
BUAH durian menjadi salah satu buah khas yang dihasilkan di lokasi Wisata Penangkilan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Salah satu ciri khas Objek Wisata Penangkilan di Desa Tungkaran, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), yakni adanya pepohonan buah-buahan khas lokal.

Paling utama dan yang sangat digemari masyarakat di Banua ini yaitu buah durian.

Cukup banyak pohon durian di lokasi wisata berjarak 2 kilometer dari Kota Pelaihari tersebut.

Pohon buah durian tersebut merupakan pohon yang ditanam secara alami melalui biji sehingga tegakan pohonnya pun sangat tinggi dan batangnya berdiameter lebar.

Baca juga: Wisata Kalsel - Dibuka Beberapa Bulan Lalu, ini Daya Tarik Penangkilan di Pinggiran Pelaihari

Buahnya sangat banyak bergelantungan di dahan maupun ranting.

Durian Tungkaran sangat terkenal di Tala.

Pada musim durian, pedagang dadakan yang banyak menjajakan durian di tepi jalan protokol di Kota Pelaihari maupun di tepi jalan arah ke Banjarmasin di wilayah Desa Ujungbatu dekat PTPN 13. Sebagian besar berasal dari Desa Tungkaran.

Karena itu pada musim durian seperti saat ini, pengunjung Wisata Penangkilan dapat sepuasnya menikmati buah durian khas setempat.

Pasalnya, buahnya banyak yang langsung masak di pohon.

Baca juga: Wisata Kalsel - Penangkilan Cuma Belasan Kilometer dari Kota Pelaihari, Jalan Mulus Beraspal

"Enak banget buah duriannya. Meski tak begitu besar ukurannya, tapi cita rasanya lezat. Mau makan minum juga tinggal pesan karena ada warungnya juga di lokasi," ucap Dardi, warga Pelaihari, kemarin.

Buah-buahan lainnya yang ada di Wisata Penangkilan antara lain langsat, jengkol, rambutan, ketapi, kelengkeng, mahar, ramania.

Umumnya telah berusia puluhan tahun, tegakannya sangat tinggi sehingga suasana setempat begitu rindang dan sejuk.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved