Breaking News:

Wisata Penangkilan Gunung Keramaian

Wisata Kalsel - Dinamai Penangkilan karena Riwayat Begini, Juga Miliki Kerekatan dengan Sepeda

Pengelola wisata baru berjarak 12 kilometer dari Kota Pelaihari (ibu kota Tala) itu menyematkan nama Penangkilan terkait riwayat warga setempat.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
TEMPAT duduk alami di Wisata Penangkilan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penamaan Penangkilan pada objek wisata alam yang berada di lingkungan RT 5 Desa Tungkaran, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), tak muncul tiba-tiba.

Pengelola wisata baru berjarak 12 kilometer dari Kota Pelaihari (ibu kota Tala) itu menyematkan nama Penangkilan terkait riwayat warga setempat.

"Penangkilan itu berasal dari kata tangkil. Ini jenis rumput khas yang ada di kampung kami," sebut Ahmad Suriani, salah satu pengelola Wisata Penangkilan, kemarin.

Tetuha warga Tungkaran ini menuturkan dulu di lokasi yang kini dijadikan tempat wisata menjadi habitat rumput tangkil yakni sejenis gulma dataran tinggi.

Baca juga: Wisata Kalsel - Dibuka Beberapa Bulan Lalu, ini Daya Tarik Penangkilan di Pinggiran Pelaihari

Baca juga: Wisata Kalsel - Penangkilan Cuma Belasan Kilometer dari Kota Pelaihari, Jalan Mulus Beraspal

Baca juga: Wisata Kalsel - Beragam Jenis Pohon Buah Lokal Tersedia di Penangkilan Gunung Keramaian Tanahlaut

Bentuk dan karakternya ada kemiripan dengan ilalang namun berdaun lebar.

Lokasi persisnya yakni di bagian atas (puncak) bukit Penangkilan setempat yang sekarang menjadi tempat area spot swafoto.

"Jadi, dulu kalau tanam padi di situ kalau sudah muncul rumput tangkil, bakalan tidak panen. Akhirnya warga menyebut tempat itu penangkilan, artinya tempat yang banyak rumput tangkilnya," beber Suriani.

Baca juga: Wisata Kalsel - Tarif Masuk Penangkilan Gunung Keramaian Pelaihari Murah Meriah

Baca juga: Wisata Kalsel - Tersedia Beberapa Tempat Berswafoto di Penangkilan Gunung Keramaian

Lebih lanjut ia menerangkan keberadaan Wisata Penangkilan juga lekat dengan aktivitas bersepeda.

Pasalnya, dulu pada masa penjajahan, sepeda menjadi satu-satunya transportasi di Tungkaran yang pada masa itu pun merupakan barang wah.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved