Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Akhir Tahun 2021, Sektor Jasa Keuangan Stabil

Pejabat OJK, Anto Prabowo, mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal hingga 24 Desember 2021 Rp 358,4 triliun. tertinggi sepanjang sejarah.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
kemenko perekonomian
ILUSTRASI - Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Iskandar Simorangkir, hadir dalam kegiatan Sinergi dan Kolaborasi Program Mendukung Inklusi Keuangan Bagi Pondok Pesantren. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Otoritas Jasa Keuangan mencatat stabilitas sektor jasa keuangan hingga akhir 2021 tetap terjaga.

Diiringi,  fungsi intermediasi perbankan dan penghimpunan dana di pasar modal yang terus membaik didorong  terkendalinya pandemi Covid 19, pulihnya mobilitas dan meningkatnya kegiatan perekonomian. 

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo, mengatakan, penghimpunan dana di pasar modal hingga 24 Desember tercatat sebesar Rp 358,4 triliun.

Ini merupakan nilai tertinggi sepanjang sejarah dengan emiten baru tercatat sebanyak 55 emiten. "Penghimpunan dana ini mayoritas digunakan sebagai modal kerja," katanya.

Sementara, fungsi intermediasi perbankan pada November 2021 tumbuh sebesar 4,82 persen yoy atau 4,17 persen ytd didorong peningkatan pada kredit UMKM dan ritel.

Baca juga: Kelompok Usaha Bersama di Kabupaten Balangan Terima Modal, Upaya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Baca juga: Stok LPG Nasional dan Kalimantan Aman, Pertamina Siaga 24 Jam

Indikator perekonomian domestik juga menunjukkan perbaikan yang terus  berlanjut. Indikator-indikator sektor riil seperti Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, Penjualan Kendaraan, dan lowongan pekerjaan terus meningkat. 

Sementara itu, jelas Anto, sektor eksternal juga terus membaik ditunjukkan oleh surplus  neraca perdagangan dan peningkatan cadangan devisa.

Hal ini diperkirakan dapat menyediakan buffer untuk meredam dampak normalisasi kebijakan moneter bank sentral utama khususnya The Fed.

Sejalan dengan itu pasar saham Indonesia masih menguat. Hingga 24 Desember  2021, IHSG tercatat menguat sebesar 0,4 persen mtd ke level 6.563 dengan non residen mencatatkan inflow sebesar Rp 0,94 triliun.

Di pasar SBN, non residen mencatatkan outflow sebesar Rp 24,99 triliun sehingga mendorong rerata yield SBN naik 8 bps mtd pada seluruh tenor.

Baca juga: Harga Karet Basah di Kalimantan Selatan Masih Sekitar Rp 13 ribu Per Kilogram

Baca juga: Bersamaan dengan Vaksinasi, Pasar Murah di Pandawan Kabupaten HST Dipadati Warga

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved