Breaking News:

Berita Bisnis

Kuota Rumah MBR di Indonesia 309 Ribu Unit, REI Optimistis Properti Berkembang

Perumahan subsidi pada 2022 banyak kuotanya yaitu 309 ribu unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan anggaran Rp23 triliun dari APBN

Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
REI Kalsel
Ketua DPD REI Kalsel, H Ahyat Sarbini SHut, MM. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Rakernas Real Estate Indonesia (REI) pada 20 Desember 2021 lalu memberi harapan besar bagi para pengembang untuk menyediakan banyak hunian terutama rumah subsidi, namun dengan beberapa catatan.

Ketua DPD REI Kalsel, H Ahyat Sarbini SHut, MM, menyampaikan, hasil Rakernas lalu akan menjadi bahan rapat kerja daerah dan diharapkan ada kemajuan bagi perkembangan pembangunan di Kalsel dalam hal pengadaan rumah subsidi.

"Beberapa poin penting dari Rakernas adalah kebijakan perpajakan yaitu intensif berupa PPNDTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah), kemudian mengenai Undang-undang Cipta Kerja dalam hal perizinan agar bisa disederhanakan. Selanjutnya usulan kenaikan harga rumah subsidi," jelas Ahyat.

Adapun kabar gembiranya adalah perumahan subsidi pada 2022 terbilang banyak kuotanya yaitu 309 ribu unit untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan anggaran Rp23 triliun dari APBN.

Baca juga: Anggota REI Kalsel dilatih Sistem Pendaftaran Anggota Secara Online

Baca juga: REI Kalsel Dukung Percepatan Pembangunan Perumahan di Kabupaten Tala

Dari jumlah itu, 200.000 unit adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP) dan 109 adalah Tapera PNS.

Mengenai harga rumah subsidi dari yang sekarang Rp 164 juta diusulkan naik 7-10 persen atau Rp175-180 juta.

Kenaikan ini seiring naiknya harga bahan bangunan.

"Mengenai prospek 2022 kami optimistis ada perkembangan berarti. Sebab jika melihat pada 2015, pangsa pasarnya kalangan perusahaan batu bara dan sawit, sekarang pasarnya adalah MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) yang non fix income," papar Ahyat, seraya menambahkan bahwa akan ada bonus demografi untuk kalangan milenial usia 20-30 tahun.

Baca juga: Pastikan Pelayanan Terbaik, Direksi Patra Niaga Tinjau Satgas Nataru Kalimantan

Sekretaris DPD REI Kalsel, H Hasanuddin, mengatakan, mendukung perkembangan pengadaan rumah tersebut maka pihaknya sangat berharap ada kemudahan perizinan.

"Proses perizinan yang ditetapkan daerah belum sinergis dengan pemerintah pusat, belum siap infrastruktur dan sumberdaya manusianya," jelasnya.

"Di Kalsel baru tiga daerah menerapkan perizinan online yaitu Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Batola," jelasnya.

Dikatakan pula dalam rangka pengembangan personal pihaknya juga mengadakan pelatihan anggota REI pada Februari 2022 untuk menyamakan program dan meningkatkan kualitas para pengembang.

(banjarmasin post.co.id/salmah saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved