Breaking News:

Kriminalitas HST

Polres HST Kalsel Akui Kesulitan Menangkap Pelaku Pembunuhan di Gambah, Ini Penyebabnya

Kapolres HST, AKBP SIgid Haryadi, menyampaikan, pelaku pembunuhan terhadap warga Gambah belum ditangkap karena kabur ke hutan Peugunungan Meratus.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/HANANI
Kepala Polres Hulu Sungai Tengah (HST), AKBP Sigid Hariyadi, memberikan keterangan pers terkait penanganan kasus kriminalitas, Kamis (30/12/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), menyebut, selama 2021 ada delapan kasus menonjol kriminalitas yang ditangani.

Dari delapan kasus tersebut, hanya satu yang belum selesai meski tersangka pelakunya sudah terungkap.

Kasus tersebut adalah kasus pembunuhan, yang berawal dari penganiayaan berat oleh tersangka Herlan (45) terhadap teman sekampungnya Dedi Rahman (42).

Kasus tersebut terjadi di Desa Gambah, Kecamatan Barabai, Kabupaten HST, pada 28 Juli 2021 atau lima bulan yang lalu.

Penganiayaan berat yang menyebabkan terbunuhnya korban terjadi dirumahnya sekitar pukul 11.30 Wita.

Baca juga: Pembunuhan Kalsel, Warga Gambah HST Tewas Diserang Saat di Rumahya

Saat itu tersangka menghabisi korban secara brutal dengan sebilah parang yang ditebaskan ke sejumlah anggota tubuh korban. Korban pun meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kapolres HST AKBP SIgid Haryadi, didampingi Wakapolres Kompol Fahmi Asnsori, Kabagops AKP Aris Munandar saat memberikan keterangan pers, Kamis (30/12/2021), mengatakan, proses pengejaran terhadap tersangka sudah dilakukan.

Namun ada kelompok yang melindunginya dan mereka sangat menguasai hutan di pedalaman Kabupaten HST. Menurut Kapolres secara riil, kondisi grafis di hutan tersebut menyulitkan tim Buser.

“Pengejaran penah dilakukan selama dua hari, namun mata-mata kelompoknya banyak. Kekerabatannya juga tinggi. Sementara, masuk ke dalam hutan, harus melalui lingkungan adat. Namun kami tak tak akan menyerah. Upaya penangkapan terus dilakukan setiap saat dan setiap waktu dimaksimalkan untuk selalu menyelesaikan kasus tersebut,” kata Kapolres.

Diketahu sebelumnya, tersangka Herlan yang saat ini masih DPO melarikan diri ke dalam hutan setelah melakukan penganiayaan yang membuat teman sekampunganya itu meninggal secara tragis akibat tebasan pedangnya.

Baca juga: Narkoba Mendominasi Tren Kriminalitas 2021, Oknum Anggota Polres HST Kalsel Pun ke Meja Hijau

Baca juga: Polda Kalsel Imbau Masyarakat Agar Tidak Konvoi dan Pawai Pada Malam Tahun Baru

Herlan kabur ke hutan di pedalaman Pegunugan Meratus.

Menurut Kapolres, pegerakan tersangka yang berpindah-pindah tempat menyulitkan tim Reskrim melacak keberadaannya.

(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved