Berita Banjarmasin

10 Mahasiswa Keperawatan UM Banjarmasin Mulai Ikuti Praktik Klinik Universitas Mahsa Malaysia

Melalui kegiatan transfer kredit internasional, mahasiswa UM Banjarmasin tidak hanya mempelajari ilmu keperawatan, mereka juga dapatkan pengalaman

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
Kailani untuk BPost
mahasiswa UM Banjarmasin mengikuti kelas teori bersama Mahsa University Malaysia 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 10 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin masih menjalani program kredit transfer internasional 2021 dari Kemendibudristek RI yang dimulai sejak Oktober 2021 kemarin.

Semua mahasiswa ujar Kepala kantor urusan internasional UM Banjarmasin, Ahmad Kailani Jumat (31/12/2021) yang sudah menyelesaikan kelas teori selama enam bulan akan melanjutkan dengan praktik klinik selama tiga bulan dan ujian OSCE secara luring dengan protokol kesehatan ketat pada kampus asal mahasiswa.

"Kita mengirim 10 orang mahasiswa semester 7 program studi S1 Keperawatan Bilingual untuk berkuliah secara daring pada Faculty of Nursing, Mahsa University Malaysia," ujarnya.

Pertukaran mahasiswa tersebut ujar Kailani untuk memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkaya jenis dan ragam implementasi kerja sama tersebut.

Baca juga: STKIP PGRI Banjarmasin Gelar Semnas MIPATI 2021 Membahas Pembelajaran di Era Society 5.0

Baca juga: Pasar Batuah Banjarmasin Bakal Direvitalisasi, Warga Berharap Dapat Ganti Rugi

Pada pertukaran mahasiswa kali ini tiga mata kuliah utama yang telah dipelajari yaitu Critical Care Nursing, Gerontology, dan Disaster Nursing.

Pada ujian OSCE urai Kailani merupakan ujian kolaboratif antara pengajar dari Mahsa University, Malaysia dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Indonesia.

Melalui kegiatan transfer kredit internasional ini, mahasiswa kami tidak hanya mempelajari ilmu keperawatan, mereka juga mendapatkan pengalaman lintas budaya selama berkuliah secara daring berikut input terkini dan kontemporer tentang perkembangan ilmu keperawatan internasional.

Kailani berharap ada peningkatan pengetahuan keperawatan mahasiswa dalam tiga topik utama, yaitu keperawatan kritis, keperawatan lansia, dan keperawatan kegawatdaruratan.

"Tentunya mahasiswa juga mendapatkan pengetahuan lintas budaya yang tidak kalah pentingnya serta membangun jejaring internasional dengan para perawat dan ahli ilmu keperawatan dunia internasional," tambahnya.

Kegiatan pertukaran mahasiswa ini, urai Kailani, sebagai kelanjutan dari implementasi kerja sama yang sudah dijalankan dengan Mahsa University dengan perluasan implementasi pada bidang kerja sama pendidikan keperawatan internasional berupa program transfer kredit.

Baca juga: Razia Vaksin Berlanjut di Tanahlaut, Ratusan Pengendara Langsung Dihalau ke Mapolres

Baca juga: Tanahlaut Tak Lakukan Penyekatan Meski Semua Wisata Ditutup, Personel Gabungan Diturunkan di Lokasi

Kedepannya, ujar Kailani, implementasi kerja sama ini akan semakin luas cakupannya dan jenis ragamnya dengan tetap mengacu pada empat pilar eksistensi perguruan tinggi Muhammadiyah, yaitu pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan Al Islam Kemuhammadiyahan.

Selama pandemi Covid 19, UM Banjarmasin ungkap Kailani mengalami kesulitan dalam implementasi kerja sama luar negeri.

Namun, selalu ada cara dan inovasi dalam menyikapi setiap permasalahan.

Beberapa bentuk implementasi kerja sama UM Banjarmasin dengan kampus luar negeri selama pandemik seperti kegiatan student exchange with transfer credits dengan Asia University, Taiwan dan pelaksanaan seminar tentang Continuing Nursing Education yang menghadirkan 3 orang pembicara dari Kampus Khon Khaen University, Thailand, National Cheng Kung University, Taiwan, dan Mahsa University, Malaysia.

Banjarmasinpost.co.id/Milna

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved