Berita Banjarmasin

Banjarmasin Terapkan PTM Penuh, Begini Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Kalsel

Terhitung hari ini Paud, SD dan SMP di Banjarmasin telah diijinkan melaksanakan PTM secara penuh

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Suasana PTM secara terbatas di SMPN 9 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terhitung hari ini, Senin (3/1/2021) Paud, SD dan SMP di Banjarmasin telah diijinkan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh.

Berkaitan hal tersebut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan rekomendasi, agar PTM bisa berjalan lancar, di tengah pandemi covid-19.

Di antaranya satuan pendidikan agar membuka PTM, semua guru dan petugas sekolah harus sudah mendapatkan dosis vaksin.

"Siswanya juga yang sudah divaksin covid-19 dua kali dan tanpa komorbid," kata Ketua IDAI Kalsel dr Indra Wijaya Himawan.

Baca juga: Hari Pertama PTM Sekolah di Kabupaten Banjar Diisi Gotong Royong Bersihkan Kelas

Baca juga: SMA SMK dan SLB di Kalsel Belum PTM Normal, Kadisdikbud : Hari Ini Baru Mulai PTM Terbatas

Baca juga: Satuan Pendidikan Boleh PTM Penuh, Wali Kota Banjarmasin Minta ini ke Guru

Sekolah tetap harus patuh pada protokol kesehatan terutama fokus pada penggunaan masker, wajib untuk semua orang yang ada di lingkungan sekolah.

Ketersediaan fasilitas cuci tangan, menjaga jarak, memastikan sirkulasi udara ruang kelas terjaga dengan baik.

Mengaktifkan sistem penapisan aktif per harinya untuk anak, guru, petugas sekolah dan keluarganya, yang memiliki gejala suspek covid-19

"Penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah harus benar-benar dilaksanakan, harus patuh," ujarnya.

Untuk kategori anak usia 12-18 tahun PTM dapat dilakukan 100 persen dalam kondisi tidak adanya peningkatan kasus covid-19 serta tidak adanya transmisi lokal omicron di daerah tersebut.

Kemudian PTM juga dapat dilakukan dengan metode hybrid bila masih ditemukan kasus covid-19 namun positivity rate dibawah delapan persen.

Selain itu juga ditemukan transmisi lokal omicron yang masih dapat dikendalikan, serta siswa, guru, dan petugas sekolah sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 100 persen.

Untuk kategori anak usia 6-11 tahun pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan metode hybrid bila dalam kondisi tidak adanya peningkatan kasus covid-19 dan tidak adanya transmisi lokal omicron di daerah tersebut.

Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan metode hybrid (daring dan luring outdoor) masing-masing 50 persen dengan kondisi masih ditemukan kasus covid-19 namun positivity rate di bawah 8 persen.

iDitemukan transmisi lokal omicron yang masih dapat dikendalikan, fasilitas outdoor yang dianjurkan adalah halaman sekolah, taman, pusat olahraga, ruang publik terpadu ramah anak.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved