Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Larangan Ekspor Batubara Berlanjut, Dana Bagi Hasil Royalti Kalsel Diprediksi Anjlok

Larangan ekpor Batubara terus berlanjut.  Kebijakan itu pastinya akan berpengaruh kepada dana tranfer daerah untuk bagi hasil sektor Batubara. 

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
PT Saptaindra Sejati
Ilustrasi-Kegiatan Jasa Penambangan Batubara 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Larangan ekpor Batubara terus berlanjut.  Kebijakan itu diyakini bakal berpengaruh kepada dana tranfer daerah untuk bagi hasil sektor Batubara di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Kasubbid Dana Transfer Daerah pada Bakeuda Kalsel, Alfiansyah, Senin (3/1/2022) mengemukakan bahwa pasti dampak dari kebijakan tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap Pendapatan Daerah. 

"Khususnya dari sisi Dana Bagi Hasil yang kita dapatkan dari Bagi Hasil Pajak dan Dana Bagi Hasil Bukan Pajak yang kita dapatkan dari royalty Batu Bara. 
Sudah pasti berpengaruh karena selama tidak ada penjualan/ ekspor tentunya tidak ada pendapatan dari kegiatan tersebut, " kata Alfiansyah.

Diketahui data dari Dinas Perdagangan Kalsel, Ekspor terbesar Kalsel adalah Batubara.

Baca juga: Indonesia Terancam Kekurangan Pasokan Listrik, Pemerintah Resmi Hentikan Eskpor Batu Bara

Baca juga: VIDEO Datangi DPRD Tapin, Sopir Truk Tambang Batu Bara Tuntut Jalan Hauling Km 101 Dibuka

Dari data pihaknya untuk ekspor pertambangan pada September 2021, terdata dengan nilai sekitar 586.140. 833 US dolar.

Pada Oktober, Terdata dengan nilai, 854.229.495 US dolar, dan pada November 2021, tercatat sekitar 998.765.007.

Stock Batubara Untuk PLTU PLN di Kalseltengtim Aman

Kondisi kecukupan daya di Sistem Interkoneksi Kelistrikan Kalimantan yang menghubungkan Sistem Barito di Kalselteng dan Sistem Mahakam di Kaltim saat ini dalam kondisi aman.

Senior Manager Operasi Sistem PLN UIKL Kalimantan, Hendrawan Susanto, menyampaikan sampai saat ini pembangkit-pembangkit listrik di Kalseltengtim mampu memasok daya hingga 1618 Mega-Watt.

Sementara pemakaian listrik pelanggan rata-rata mencapai 1148 Mega-Watt sehingga terdapat cadangan daya lebih dari 400 Mega-Watt.

“Stock pasokan energi primer untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PLN di Kalimantan dalam kondisi mencukupi. Rata-rata stock batubara pada PLTU Asam-asam di Kalsel, PLTU Pulang Pisau di Kalteng dan PLTU Teluk Balikpapan di Kaltim lebih dari 13 hari operasi (HOp)” ungkap Hendrawan. 

Baca juga: Polisi Hentikan Tambang Batu Bara Diduga Ilegal di Desa Mangkalapi Tanbu, 31 Alat Berat Diamankan

Baca juga: Aktivis PMII Tala Ngeluruk ke Gedung DPRD, Tuntut Perusahaan Tambang Batu Bara di Kintap Ditindak

Perihal penggunaan batubara, konsumsi rata-rata PLTU Asam-asam dengan total kapasitas 260 Mega-watt mencapai 4400 juta ton per hari. Sementara konsumsi harian batubara PLTU Pulang Pisau dengan kapasitas 90 Mega-Watt sekitar 3000 juta ton per hari. 

“Dengan stock saat ini, pasokan listrik dari pembangkit-pembangkit tersebut dipastikan relatif aman,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda) 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved