Bumi Murakata

Bupati HST Resmikan Fasilitas Air Bersih, Warga Masiraan Tak Lagi Pakai Air Sungai

Bupati HST, H Aulia Oktafiandi, meresmikan fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum di Desa Masiraan yng dana pembangunannya bersumber dari DAK 2021.

Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
KETUA KKM AIR BERSIH MESIR HIDAYAH
Bupati H Aulia Oktafiandi saat meninjau fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Masiraan, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (5/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga Desa Masiraan, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Provinsi Kalimantan Selatan, kini tak lagi menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari.

Mereka kini bisa menikmati air bersih yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus 2021 melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Peresmian sarana air bersih itu dilakukan Bupati HST H Aulia Oktafiandi di Masiraan, Rabu (5/1/2022).

Peresmian dirangkai penandatanganan prasasti SPAM Masiraan, disaksikan Kades, aparat desa, serta undangan yang hadir.

Fasilitas SPAM tersebut dikelola Kelembagaan Kelompok Masyarakat (KKM) Air Mesir Hidayah yang diketuai Suhaili.

Bupati H Aulia Oktafiandi bersama Kelompok Masyarakat (KKM) Air Mesir Hidayah, anggota TNI, setelah meresmikan dan menandatangani prasasti bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Masiraan, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (5/1/2022).
Bupati H Aulia Oktafiandi bersama Kelompok Masyarakat (KKM) Air Mesir Hidayah, anggota TNI, setelah meresmikan dan menandatangani prasasti bangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Masiraan, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (5/1/2022). (KETUA KKM AIR BERSIH MESIR HIDAYAH)

Menurut Suhaili, SPAM melayani keperluan air bersih 68 keluarga, khususnya di RT 01 Masiraan.

Sebagai wilayah hilir langganan banjir, pihaknya sangat bersyukur adanya program tersebut.

Apalagi sampai sekarang, Masiraan belum terjangkau pelayanan PDAM.

“Kami mewakili warga Masiraan, sangat berterimakasih atas dibangunnya fasilitas tersebut, di tengah sulitnya kami mendapatkan air bersih,” katanya.

Dia menyebut, jumlah penduduk Masiraan ada 676 jiwa, sehingga masih banyak yang belum terlayani air bersih.

Pada 2018 dan 2020 memang ada program Pamsimas, namun masih belum mencukupi.

“Kami berharap ada lagi program pembangunan khususnya penyediaan air bersih agar seluruh masyarakat desa kami terlayani,” ungkap Suhaili.

Sementara itu, Bupati HST H Aulia Oktafiandi mengatakan, pemkab memprioritaskan penyediaan air bersih untuk wilayah yang belum terjangkau layanan PDAM.

Diapun berharap SPAM yang diresmikan tersebut dikelola dengan baik. Tarif SPAM jauh lebih murah ketimbang PDAM.

Sebagai keperluan dasar masyarakat, pemerintah berupaya hadir memberikan ketersediaan air bersih agar semua bisa hidup sehat.

Warga yang belum bergabung KKM, dimintanya ikut memasang saluran pipa SPAM ini. (AOL/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved