OTT KPK di HSU

KPK Usut Kasus TPPU Bupati Nonaktif Abdul Wahid, Mapolres HSU Siapkan Ruang Pemeriksaan

KPK kembali menyambang Kabupaten HSU untuk melanjutkan dugaan kasus TPPU yang menjerat Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co,id/reni kurniawati
Polres HSU menyiapkan satu ruangan untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK terkait dengan kasus TPPU yang menjerat Bupati Nonaktif, Abdul Wahid, Rabu (5/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyambangi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk melanjutkan dugaan kasus Tindak PIdana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Bupati HSU nonaktif Abdul Wahid

KPK melakukan pemanggilan terhadap 12 orang saksi yang menggunakan ruang pemeriksaan di Mapolres HSU.

Kapolres HSU AKBP Afri Dafrmawan mengatakan pihaknya menyediakan ruang untuk aktifitas KPK seperti sebelumnya. 

Mengingat sudah beberapa kali dilakukan pemeriksaan saksi oleh KPK menggunakan salahsatu ruangan yang ada di Mapolres HSU.

Baca juga: Mantan Bupati HSU Abdul Wahid Terjerat Kasus TPPU, KPK Periksa 12 Saksi di Polres HSU

Baca juga: KPK Lacak Transaksi Perbankan Bupati HSU Non Aktif Abdul Wahid, Terkait Dugaan TPPU

Baca juga: Aset Bupati HSU Abdul Wahid Berbeda dari LHKPN, KPK Juga Telisik Dugaan TPPU

Hal yang sama disampaikan Wakapolres HSU Kompol Irfan, dirinya mengatakan permintaan dari KPK tertulis hingga 15 Januari 2022. 

“Hanya menyediakan ruang untuk pemeriksaan tidak untuk pengamanan dan pengawalan masih belum ada, namun jika diperlukan kami juga siap saja,” ujarnya. 

Saksi yang akan diperiksa diantaranya mantan ajudan Bupati HSU, Hadi Hidayat; staf Bina Marga, H M Ridha; Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Maulana Firdaus, dan pensiunan pegawai negeri sipil (PNS), Tajuddin Noor.

Kemudian, Direktur PT Prima Mitralindo Utama, Barkati alias Haji Kati; Direktur CV Chandra Karya, Abdul Hadi, pihak PT Bangun Tata Banua, CV Saila Rizky dan PT Jati Luhur Sejati, Muhammad Fahmi Ansyari.

KPK juga memanggil pihak PT CPN/PT Surya Sapta Tosantalina, H Farhan, pihak CV Alabio, Haji Abdul Halim Perdana Kusuma; Kontraktor, Muhammad Muzzakir; pedagang mobil bekas, Noor Elhamsyah, dan sales mobil Ferry Riandy Wijaya.

Sebelum dijerat TPPU, KPK telah menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten HSU Tahun 2021-2022.

Kemudian, Abdul Wahid ditetapkan sebagai tersangka TPPU setelah penyidik mendalami dan menganalisis alat bukti terkait perkara suap dan gratifikasi.

Baca juga: OTT KPK di HSU - Aset Bangunan Tersangka Bupati HSU Abdul Wahid Dipasang Plang Penyitaan

KPK menahan Bupati Abdul Wahid setelah ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi pada Kamis (18/11/2021).

Selama proses pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK, aktifitas pelayanan di Mapolres HSU berjalan seperti biasa. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved