Breaking News:

Berita Banjarmasin

VIDEO Dari Usaha Ketupat dan Lontong, Perajin di Sungai Baru Banjarmasin Ini Pun Bisa Naik Haji

Pengrajin ketupat dan lontong di Sungai Baru, Banjarmasin telah puluhan tahun hidup dari usaha itu. Mereka pun, bisa naik haji berkat usaha itu

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kampung Sungai Baru, Kelurahan Sungai Baru, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), sudah sejak lama menjadi sentra pembuatan ketupat soto dan lontong.

Jika melintas di jalan setempat, maka pemandangan ketupat dan lontong yang digantung di depan rumah sangat memikat perhatian.

Usaha pembuatan ketupat ini dilakoni sejumlah warga setempat secara turun temurun dari generasi ke generasi.

Dari penghasilan usaha ini, beberapa pelaku usahanya dapat menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Idul Adha 2021, Ketupat dan Lontong di Sungai Baru Banjarmasin Laris Manis

Baca juga: Asal Usul Lahirnya Kampung Ketupat di Sungai Baru Banjarmasin

Diungkapkan Hj Marhamah yang menggeluti usahanya sejak 24 tahun lalu, setiap hari memasak ketupat dan lontong karena memang permintaannya selalu ada.

"Pembelinya ada masyarakat biasa dan adapula kalangan pemilik warung makan. Jika akhir pekan biasanya yang beli orang-orang yang menggelar acara apakah nikahan, kawinan, selamatan dan lainnya," ujarnya. 

Harga per biji ketupat masak hanya Rp 3.000 untuk ukuran kecil dan Rp 4.000 ukuran besar.

Sedangkan urung (daun pembungkus) ketupat atau ketupat kosongan per 10 buah dihargai Rp 5.000. Adapun lontong harganya Rp 2.000.

Menurut Hj Marhamah saat lebaran baik Idul Fitri maupun Idul Adha adalah momen yang paling ramai penjualan ketupat dan lontong. 

"Kalau hari biasa dalam sehari saya memasak hingga 1 blek (setara 20 liter) beras, kalau pada saat Lebaran bisa lebih banyak lagi, tukasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved