Breaking News:

Berita Batola

Penyelesaian Pembangunan PN Marabahan Belum Rampung, Kontraktor Bayar Rp 25 Juta Per Hari

Proyek perluasan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Marabahan tidak berjalan sesuai kontrak. Hingga kini, masih belum rampung

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/muhammad tabri
Proyek renovasi dan perluasan Gedung Pengadilan Negeri Marabahan yang belum rampung di Jalan Puteri Junjung Buih, Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Proyek Mahkamah Agung berupa renovasi dan perluasan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Marabahan tidak berjalan sesuai kontrak. 

Sejatinya, pengerjaan dengan durasi selama 263 hari kalender oleh PT Sahabat Karya Sejati ini harusnya selesai pada Desember 2021. Namun kenyataannya belum rampung akibat berbagai kendala. 

Diutarakan Kuasa Direktur PT Sahabat Karya Sejati, Hariyadi, dari awal pekerjaan ini dimulai pihaknya telah dihadapkan adannya PPKM saat kasus Covid meningkat.

"Kami juga terkendala akibat kerusakan jalan di daerah Kecamatan Rantau Badauh beberapa waktu lalu. Sehingga memakan waktu untuk membawa material," ungkapnya. 

Baca juga: Warga Marabahan Membludak Datangi Gerai Vaksinasi, Dapat Gula dan Uang Tunai

Baca juga: Kantongi Surat Rekomendasi , SMAN 1 Marabahan Tentukan Jadwal PTM Terbatas

Hariyadi pun menambahkan, kendala lain yang juga ditemui adalah sejumlah material yang harus didatangkan dari luar kalimantan. seperti partitision dan pastisi ruangan. 

Pihaknya pun juga menemui masalah pada tenaga kerja yang diperkerjakan. Karena perlu tukang spesialis dan itu sulit ditemukan di Batola. 

"Saya tetap optimis di bulan Januari, pengerjaannya selesai dengan 90 hari waktu perpanjangan yang diberikan," beber Haryadi. 

Sementara itu, disampaikan juru bicara PN Marabahan, Bayu Dwi Putra, harusnya akhir Desember 2021 kemarin, proyek senilai Rp25 Milyar dari APBN TA 2021 itu sudah selesai. Sesuai kontrak kerja No W15.09/671/PL.01.01/4/2021 tanggal 12 April 2021.

"Kami inginnya segera dapat menempati gedung baru. Tapi karena ada beberapa hambatan, sehingga pihak kontraktor tidak bisa menyelesaikan sesuai jadwal yang sudah disepakati dalam perjanjian kontrak," ungkapnya. kamis (6/1/2022). 

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadilan Negeri Marabahan Ary Very Prasetyadi menerangkan, untuk progres pengerjaannya saat ini sudah mencapai 77 persen. 

"Oleh karena itu, sehingga ada perpanjangan kontrak yang diberikan kepada kontraktor selama 90 hari, sesuai dengan PMK No 194. Kalau memang nanti pihak kontraktor dapat menyelesaikan lebih awal waktu yang diberikan, syukur alhamdulillah. Memang itu yang diharapkan," ujarnya.

Diterangkannya juga, alasan pemberian addendum itu ada beberapa pertimbangan, yaitu diantaranya situasi PPKM, tenaga kerja, pengadaan materialnya yang cukup susah karena terkendala cuaca, dan keadaan jalan yang tidak memungkinkan untuk bisa cepat sampai ke lokasi pekerjaan.

Sedangkan untuk denda terhadap keterlambatan waktu pekerjaan yang diberikan kepada pihak kontraktor, lanjutnya, yaitu 1/mil dari nilai kontrak yang ada. Artinya, pihak kontraktor dikenakan denda penalti per hari sebesar Rp 25 juta.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Taman Palagan di Kota Marabahan Kalsel Terendam

Ary juga mewanti-wanti, jika dari batas waktu yang telah diberikan, ternyata pihak kontraktor dalam hal ini PT Sahabat Karya Sejati tidak juga bisa merampungkan pekerjaannya, konsekuensinya maka akan diputus kontrak.

"Kontraktor juga harus menyediakan jaminan di bank. Sehingga kita bisa melakukan penghitungan berapa selisihnya progres pekerjaan yang sudah tercapai dan berapa yang belum. Untuk yang belum, ya tentunya akan kita serahkan ke kas negara beserta dendanya, dan kemungkinan terburuknya kontraktor itu bisa diblack list," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved