Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Imbas Larangan Ekspor Batu Bara, Kanwil DBJC Kalbagsel Sebut 13 Kapal Batal Berlayar

Tidak ada ekspor batu bara di Kanwil DJBC Kalbagsel karena larangan dari Kementerian ESDM. Eksportir Terdaftar (ET) juga sudah dibekukan.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Tongkang batu bara di Sungai Barito, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (22/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 13 kapal pengangkut batu bara di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) batal beroperasi.

Itu karena adanya Larangan Ekspor Batu Bara oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada akhir Desember 2021.

Kapal-kapal tersebut diketahui berada di perairan Kabupaten Kotabaru, Jumat (31/12/2021) malam.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah (Kanwil), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Kalimantan Bagian Selatan (Kalbagsel), Rahmady Effendi Hutahaean.

Dijelaskannya, kapal-kapal dimaksud, baru saja selesai melakukan aktivitas muat. Namun, belum sempat mengajukan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Baca juga: Larangan Ekspor Batubara Berlanjut, Dana Bagi Hasil Royalti Kalsel Diprediksi Anjlok

Baca juga: Ekspor Batu Bara Mulai Disetop Sebulan, Kemenhub Langsung Tutup Layanan Kapal Bermuatan Batu Bara

"Rencana mereka mengajukan PEB besok harinya. Namun, keluar peraturan mulai berlaku 1 Januari 2022, sehingga tidak bisa beroperasi," kata Effendi. Sabtu (8/1/2022).

Masih kata Effendi, hal tersebut merupakan bentuk pihaknya dalam melaksanakan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Pusat.

"Pada prinsipnya, kami mendukung kebijakan pemerintah, dalam hal ini pengawasan ekspor batu bara," ujarnya.

Berkaitan dengah hal itu juga, Effendi tegas menyataka, di Kalimantan Selatan tidak ada satu pun kapal atau pun perusahaan dengan zin Usaha Pertambangan (IUP) yang mengajukan PEB.

"Jadi sampai saat ini tidak ada ekspor batu bara di Kanwil DJBC Kalbagsel, Eksportir Terdaftar (ET) juga sudah dibekukan," jelasnya.

Baca juga: Indonesia Terancam Kekurangan Pasokan Listrik, Pemerintah Resmi Hentikan Eskpor Batu Bara

Sebelumnya, kebijakan larangan ekspor batu bara berdasarkan Surat dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor B-1605/MB.05/DJB.B/2021 tertanggal 31 Desember 2021, perihal Pemenuhan Kebutuhan Batubara untuk Kelistrikan Umum.

Inti dari surat adalah pemerintah mengambil kebijakan melarang penjualan batu bara ke luar negeri sejak 1 Januari 2022 sampai 31 Januari 2022 secara umum dan menyeluruh.

Penyebabnya, laporan mengenai kondisi persediaan batu bara di PLTU grup PT PLN yang sangat rendah.

(Banjarmasinpost.co.id/Muammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved