Breaking News:

Berita Kaltara

Turun dari MVP, 7 WNI Ditangkap Polisi Malaysia di Terminal Bus Pusat kota, Digiring ke Tawau

Sebanyak 7 WNI ditangkap polisi Malaysia saat sedang Patroli Benteng Gabungan di Desa Kurnia, Tawau Jumat (07/01/2022).

Editor: Hari Widodo
TRIBUNKALTARA.COM/ Dokumen Facebook @BES Tawau Ufm
7 WNI terjaring Patroli Benteng Gabungan di Desa Kurnia, Tawau, Malaysia Jumat (07/01/2022), malam.  

 BANJARMASINPOST.CO.ID, NUNUKAN - Sebanyak 7 WNI ditangkap polisi Malaysia saat sedang Patroli Benteng Gabungan di Desa Kurnia, Tawau Jumat (07/01/2022).

7 WNI ditaggkap saat masuk ke negeri Jiran tersebut secara ilegal 

Diketahui Patroli Benteng Gabungan itu merupakan operasi yang digelar otoritas keamanan di Malaysia untuk mencegah dan menindaklanjuti Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI).

 Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) Konsulat RI di Tawau, Emir Faisal membenarkan adanya penangkapan terhadap 7 WNI yang masuk secara illegal itu.

Baca juga: Diduga Migran Gelap, Sebanyak 16 Jenazah WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia Ditemukan

Baca juga: Tak Lagi Berfungsi, 15 Ribu Data WNI dan 3 Ribu Data WNA dimusnahkan Kantor Imigrasi Batulicin

Baca juga: TKI dari Singapura dan Malaysia Memasuki Batam, Hasil Pemeriksaan 225 Orang Positif Covid-19

Emir katakan 7 WNI itu berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan usianya 22 hingga 80 tahun.

"Iya betul, mereka masuk secara Ilegal. Tindaklanjutnya, akan menjalani karantina. Ketujuh WNI itu baru diserahkan ke Depo Imigresen Tawau. Nanti setelah selesai karantina baru proses deportasi," kata Emir Faisal kepada TribunKaltara.com, melalui WhatsApp, Sabtu (08/01/2022), pukul 13.30 Wita.

Menurut Emir, penangkapan 7 WNI itu oleh Tim Quick Reaction Force (QRF), yang saat itu mendapatkan informasi ada sejumlah orang diduga sebagai PATI dalam sebuah mobil MPV.

Tim QRF lalu melakukan pengejaran sampai akhirnya berhasil mengamankan 7 WNI itu di terminal bus pusat kota, sekira pukul 22.15 waktu setempat.

"Jadi, awalnya petugas mendapatkan informasi dari warga bahwa ada rombongan PATI naik mobil MPV. Begitu dilacak keberadaan mereka, ternyata benar. Akhirnya diamankan," ucapnya.

Namun, pengemudi kendaraan MPV yang diduga terlibat berhasil kabur dari pengejaran petugas.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved