Breaking News:

Pahlawan Kopi Banjarmasin

Kuliner Banjarmasin - Dirintis saat PPKM Pandemi, Pahlawan Kopi Awalnya Melayani Pesan Antar

Awal berdiri, modal Pahlawan Kopi tak terlalu besar, hanya menyediakan kursi bekas, dan kitchen bar terbuat dari triplek

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
Saudah untuk Banjarmasin Post
Pengunjung Pahlawan Kopi Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Di tengah pandemi yang melanda dunia, termasuk Indonesia awal tahun 2020 hingga sekarang, hampir semua usaha dan sektor terpuruk.

Namun, menariknya di dua tahun terakhir ini, malah usaha kafe bermunculan di Banjarmasin.

"Kami membuka kafe tanggal 18 Juni 2021 atau masih pandemi. Tapi, kami melihat peluang pasar usaha minuman kopi cukup bagus, karena penyuka kopi tak hanya kalangan muda, tapi juga orangtua," papar Saudah, owner Pahlawan Kopi Banjarmasin.

Selain itu, lanjut dia, kaum milenial menghilangkan kejenuhan tak hanya travelling ke luar daerah, juga memilih bersantai di kafe sambil minum kopi dan menikmat cemilan.

Baca juga: Kuliner Banjarmasin - Nongkrong Sekaligus Refreshing di Pahlawan Kopi

Baca juga: Kuliner Banjarmasin - Bentuk Apresiasi, Pahlawan Kopi Pajang Karya Lukis Perupa Lokal

Baca juga: Kuliner Banjarmasin - Setiap Malam Akhir Pekan, Pengunjung Pahlawan Kopi Dihibur Live Musik

"Waktu buka modalnya tak terlalu besar, hanya menyediakan kursi bekas, kitchen bar terbuat dari triplek. Alhamdulillah, dalam enam bulan berjalan bisa beli meja, kursi, kitchen bar dan lain-lain yang layak buat tamu ke sini," jelasnya.

Namanya buka di masa PPKM di Banjarmasin, tidak bisa beli di tempat, sehingga jual paketan makanan dan minuman dengan free pengantaran ke rumah atau kantor.

"Kami juga menggunakan SPG untuk mempromosikan jualan kami. Alhamdulillah dengan terobosan itu lumayan juga hasilnya," jelasnya.

Baca juga: Kuliner Banjarmasin - Di Pahlawan Kopi Ada Pojok Baca untuk Pengunjung Sembari Menunggu Pesanan

Baca juga: Kuliner Banjarmasin - Setiap Jumat Ada Promo di Pahlawan Kopi, Minum dan Bayar Semampunya

Selain itu, kata Saudah, walau pun usaha baru berjalan enam bulan, seluruh karyawan diajaknya jalan-jalan ke Bali selama delapan hari untuk refreshing sekaligus studi banding bagaimana memberikan layanan baik untuk tamu yang datang," ucapnya.

Saudah dan suaminya serta dua karyawannya juga travelling ke Bajo sekaligus studi banding ke sana.

"Kemarin karyawan juga diajak ke Loksado travelling. Kita di sini menerapkan kerja rasa kekeluargaan," ungkapnya.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved