Breaking News:

Tajuk

Riak Melawan Larangan Terasa

Kebijakan melarang ekspor batu bara yang dikeluarkan 31 Desember 2021 ini harus pemerintah pertahankan, meski riak ‘melawan’ sudah terasa.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - SUDAH tahu batu bara dilarang diekspor, tapi masih ada saja yang berupaya melanggarnya. Setidaknya ini terjadi di Kalimantan Selatan.

Sedikitnya 13 kapal pengangkut batu bara gagal bertolak memenuhi permintaan ekspor.

Padahal 13 kapal tersebut sudah berada di perairan Kabupaten Kotabaru dan siap berangkat keluar negeri, Jumat (31/12/2021) malam.

Kedepannya kita tidak menginginkan ini terjadi lagi, apalagi sampai ada kapal pengangkut bata bara yang lolos keluar negeri.

Kebijakan melarang ekspor batu bara yang dikeluarkan 31 Desember 2021 ini harus pemerintah pertahankan, meski riak ‘melawan’ sudah terasa.

Sekarang ini ada desakan dari pengusaha batu bara dan anggota DPR RI agar pemerintah mengkaji ulang kebijakan yang berlakunya mulai tanggal 1 sampai 31 Januari 2022 ini.

Tak hanya dari dalam negeri, desakan mengkaji ulang itu juga datang dari luar negeri. Salah satunya Korsel.

Sehari setelah kebijakan larangan ekspor batu bara diumumkan ke publik, Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan (Korsel) mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut larangan ekspor batu bara.

Pasalnya ketersediaan bahan baku pembangkit tenaga listrik mereka dikhawatirkan akan terganggu.

Ada beberapa manfaat pemerintah harus bertahan dengan kebijakan larangan ekspor batu bara ini. Pertama agar para pengusaha batu bara harus tetap mementingkan bangsa dan negara.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved