Breaking News:

Kriminalitas Kaltara

Terlibat Kepemilikan Permen Ganja, WNA Asal Jerman Dituntut 7 Tahun Penjara

Tersangka Kasus kepemililkan permen narkoba warna-warni yang mengandung THC (Tetrahydrocannabinol)dituntut 7 tahun penjara

Editor: Hari Widodo
TRIBUNBANYUMAS/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Ilustrasi-Permen mengandung Ganja yang dikirim dari Amerika menjadi barang bukti BNNP saat penangkapan HNF (32) di perumahan VIP Nomor 14, Kelurahan Tanjung Kulon, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (26/10/2020). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BULUNGAN - Tersangka Kasus kepemililkan permen narkoba warna-warni yang mengandung THC (Tetrahydrocannabinol), dengan berat 747,48 gram pada tanggal (14/6/2021) lalu kini menghadapi tuntutan berat.

Meski berstatus Warga Negara Asing (WNA) DC Pria asal Jerman ber-passport Bundesrepublik Deutschland Dienstpass dituntut 7 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bulungan, Muhammad Sulaiman Mae mengatakan, hingga saat ini penuntutan masih berproses.

Dijadwalkan, hari ini Senin (10/1/2022) sidang duplik (jawaban tergugat) atas replik (tanggapan penggugat) jaksa penuntut umum (JPU).

Baca juga: Dua Pengedar dibekuk Polsek Sambaliung Berau, Polisi Amankan 844 Gram ganja

Baca juga: Narkoba Kalsel, Kedapatan Simpan dan Miliki Ganja, Tiga Pria Ditangkap di Gudang Tahu di Banjarbaru

"Sebelumnya, kita sudah melakukan sidang replik, lalu hari ini, agenda sidang duplik, Kita juga sudah melakukan tuntutan," kata Sulaiman kepada TribunKaltara.com kala ditemui di ruang kerjanya.

Terdakwa, sambung Sulaiman, dituntut 7 tahun penjara dangan denda Rp 2 miliar subsider enam bulan kurungan, tuntutan Iin sudah disampaikan pada sidang  20 Desember lalu.

"Jadi, untuk tuntutan sudah kita sampaikan," ungkapnya.

Selain itu, setelah dituntut 7 tahun, terdakwa mengajukan sidang pledoi (pembelaaan), kemudian, digelar sidang replik hingga akhirnya hari ini digelar sidang duplik.

"Sekarang ini kan masih tanggapan menanggapi, jika memang dinilai sudah cukup maka kewenangan hakim untuk memberikan keputusan," ujarnya.

 Kemudian, barang bukti (BB) berupa permen ganja dirampas untuk dimusnahkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved