Breaking News:

Berita HST

Pasukan Oranye DLHP HST Pelihara 200 Baskom Ulat Maggot, Hasil Penjualan untuk Tambah Kesejahteraan

Setiap hari, tiga petugas DLHP HST yaitu Satianyah, Fadli dan M Yunus mencarikan makan untuk ulat-ulat berwarna putih kekuningan tersebut.

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/hanani
Produksi ulat maggot di dalam baskom milik Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan HST yang dikelola untuk kebutuhan pupuk tanaman hingga dijual kepada masyarakat untuk kesejahteraan tambahan pasukan oranye. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - BAGI sebagian orang, ulat adalah binatang menjijikkan.

Apalagi, suka memakan makanan sisa yang sudah basi atau berbau.
Namun, dibalik itu, jenis ulat ini punya banyak manfaat.

Tak hanya sebagai pengurai sampah organik untuk membuat kompos, tapi juga untuk pakan ternak ikan dan unggas.

Nah, peluang itupun dijadikan Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Hulu Sungai Tengah.

Sejak 2020 lalu, DLHP HST mempekerjakan lima petugas kebersihan (pasukan oranye).

Mereka khusus mengelola tempat penangkaran ulat maggot di sebuah eks Gudang Karet di Jalan Hevea, Barabai.

Bermodalkan 200 baskom besar, plus kelambu penangkaran lalat untuk menghasilkan telur, kegiatan produksi ulat dimulai.

Baca juga: Kecelakaan di Kalsel - Diduga Laka Tunggal, Warga Jaranih Tewas Terkapar di Jalan Pajukungan HST

Baca juga: Harga Beras Tak Stabil, Pedagang di Barabai Kabupaten HST Sebut Pasokan Belum Lancar

Setiap hari, tiga petugas yaitu Satianyah, Fadli dan M Yunus mencarikan makan untuk ulat-ulat berwarna putih kekuningan tersebut.

Adapun makannnya adalah sisa-sisa tulang ikan, sayur dan nasi sisa yang diperoleh di warung-warung makan.

Untuk itu, mereka bertiga tak segan mendatangi rumah makan besar di Barabai memenuhi kebutuhan ulat piaraan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved