Breaking News:

Berita Banjarbaru

Pembangunan Bendungan di Kalsel Diminta Menteri LHK untuk Segera Dilaksanakan

Pejabat Kementerian LHK menyampaikan arahan Menteri supaya pembangunan bendungan di Kalsel segera dilaksanakan sebagai upaya penanggulangan banjir.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/AYA SUGIANTO
Banjir di Kalsel. Prajurit TNI, juga Polri, berjam-jam bolak balik mengevakuasi warga dari lokasi bencana ke tempat aman di wilayah Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (12/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PTKL) Kementerian LHK, Ruandha Agung, mengikuti penandatanganan nota kesepakatan upaya percepatan pemulihan lingkungan hidup pasca banjir.

Penandatanganan dilakukan Gubernur dengan Bupati dan Wali Kota di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel di Kota Banjarbaru, Kamis (13/1/2022).

Menurut Ruandha Agung,, pemulihan pasca banjir yang harus dilakukan adalah bangunan fisik misalnya bendungan.

Baca juga: Hujan Deras Guyur Barabai Kabupaten HST, Warga Waswas Banjir Lagi

Baca juga: Sering Turun Hujan, Debit Sungai Tabalong Kalsel Mulai Alami Peningkatan

Pembangunan bendungan harus dilakukan dengan kajian lebih detail. Terlebih kini pembangunan Bendungan Riam Kiwa yang terganjal pelepasan dari kawasan hutan.

Lahan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel, ternyata masuk dalam kawasan hutan.  

Sekitar 700 hektare lahan areal Bendung Riam Kiwa masuk dalam kawasan hutan dan sekitar 5,81 hektare masuk lahan areal bukan kawasan hutan. 

"Sesuai arahan Bu Menteri agar segera dilakukan pembangunan fisik. Pemerintah Pusat akan membantu menfasilitasi pendanaan dan perencanaan yang lebih detail," ujarnya.

Baca juga: Banjir di Kalsel, Warga Terdampak di Simpangempat Kabupaten Banjar Mengungsi ke Kebun Karet

Baca juga: VIDEO Banjir di Kalsel, Dapur Umum di Simpangempat Kabupaten Banjar Layani Warga Terdampak

Rekomendasi dari hasil kajian untuk pasca banjir di Kalsel mencakupbangunan fisik, vegetasi, pelibatan masyarakat dan bersama-sama dengan lebih komprehensif.

Sementara itu, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, mengatakan, penandatanganan nota kesepakatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi daeerah dan juga pemerintah pusat. 

Hal itu, ujarnya, perlu dilakukan sebagai upaya atau langkah untuk meminimalisasi dampak dari bencana banjir yang terjadi di Kalsel.

"Banjir ini dampaknya bisa lebih besar lagi, jika kita tidak melakukan upaya untuk meminimalkannya," ujar Gubernur.

Baca juga: Banjir Kalsel - Air Meluap hingga Setinggi Paha Orang Dewasa di Desa Sungai Langsat Kabupaten Banjar

Baca juga: Banjir di Kalsel - Akses ke Masiraan Kabupaten HST Terputus

Langkah pengurangan dampak tersebut, menurut Sahbirin Noor atau akrab disapa Paman Birin, berupa tata kelola air dan sebagainya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved