Yayasan Adaro Bangun Negeri

Ponpes Nurul Muhibbin Halong Kalsel Panen Perdana Kedelai Jepang

Yayasan Adaro Bangun Negeri bersama Faperta ULM membudidayakan endeme atau kedelai jepang di lingkungan Ponpes Nurul Muhibbin di Halong, Balangan.

Penulis: Dony Usman | Editor: Alpri Widianjono
YAYASAN ADARO BANGUN NEGERI
Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Muhibbin, bersama YABN dan tim Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan panen Edamame (Kedelai Jepang) di lingkungan ponpes di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.YAYAS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, beserta Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN), dan juga para santri, melakukan panen perdana Edamame (Kedelai Jepang).

Kegiatan tersebut belangsung di lingkungan Pondok Pesantren (ponpes) Nurul Muhibbin, Kecamatan Halong, Kabupaten Balanngan, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (10/1/2022).

Ini merupakan bagian dari Program Adaro Santri Sejahtera (PASS), kolaborasi Adaro dan ULM, dengan skema “Matching Fund” untuk membantu proses pengembangan usaha pesantren.

Alhamdulillah, kami sudah bisa memetik keberhasilan pada panen hari ini. Meskipun belum maksimal, namun yang terpenting kami sudah berusaha dan berupaya," ungkap Ustaz Muhammad Rizali, Ketua Badan Pengelola Usaha Pesantren (BPUP) Nurul Muhibbin.

Lebih lanjut, Ustaz Zali mengucapkan terima kasih kepada pihak ULM yang telah memberikan pendampingan dalam budi daya Edamame dan juga kepada tim YABN atas dukungan yang telah diberikan.

Panen Edamame (Kedelai Jepang) di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Panen Edamame (Kedelai Jepang) di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. (YAYASAN ADARO BANGUN NEGERI)

“Melalui kegiatan budidaya tanaman Edamame ini bisa menambah skill para santri selain dari pembelajaran agama, sehingga dapat menjadi bekal para santri ketika hidup di masyarakat dan juga sesuai dengan harapan pimpinan ponpes,” tambah Ustadz Zali.

Rasa bahagia juga diungkapkan Prof Agung Nugroho STP MSc PhD, dosen Faperta ULM yang hadir dan ikut melakukan penen perdana Edamame.

 “Alhamdulillah, apa yang kami rencanakan dan upayakan, telah membuahkan hasil. Semoga, bisa bermanfaat bagi usaha pesantren dan menambah nutrisi untuk santri,” ungkap Prof Agung.

Ia bersama dosen lainnya dan juga beberapa mahasiswa magang ULM, selama kurang lebih 110 hari telah melakukan pendampingan teknis budi daya Edamame, baik secara langsung turun ke lapangan maupun secara online.

Kendala hama penyakit, tantangan pemenuhan air, perawatan tanaman, merupakan sebuah proses yang harus dihadapi sebelum masa panen ini tiba.

Santri panen Edamame (Kedelai Jepang) di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan.
Santri panen Edamame (Kedelai Jepang) di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Muhibbin di Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. (YAYASAN ADARO BANGUN NEGERI)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved