Breaking News:

Berita Banjarmasin

Satgas Pemberantasan Mafia Pelabuhan dan Bandara Dibentuk,  Dipimpin Aspidsus Kejati Kalsel 

Kejati Kalsel telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Pelabuhan dan Bandara yang dipimpin Aspidsus

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Aktivitas di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kamis (13/1/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak cuma mafia tanah, praktik mafia pelabuhan dan bandar udara (Bandara) rupanya juga menjadi hal disinyalir banyak terjadi dan merugikan negara serta masyarakat. 

Hal ini turut menjadi perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan. 

Jaksa Agung Republik Indonesia pun telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Mafia Pelabuhan dan Bandar Udara. 

Ini ditindaklanjuti di daerah termasuk oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) yang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Pelabuhan dan Bandara. 

Baca juga: Kejati Kalsel Segera Inisiasi Satgas Mafia Tanah dan Pelabuhan di Kalsel

Baca juga: Sosialisasi Pencegahan Kasus Tanah, Kajari Nyatakan Siap Bantu BPN Sikat Mafia Tanah di Kotabaru

Baca juga: Gubernur dan Bupati Balangan Ajak Warga Cegah Mafia Tanah

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kalsel, Romadu Novelino mengatakan, Plh Kepala Kejati Kalsel, H Ponco Hartanto telah menunjuk Asisten Tindak Pidana Khusus, Dwianto Prihartono sebagai Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Pelabuhan dan Bandara pada Kejati Kalsel.

"Anggota Satgas nya juga sudah dilengkapi," kata Novel sapaan akrab Kasi Penkum Kejati Kalsel, Kamis (13/1/2021).

Anggotanya yaitu 2 Jaksa dari Bidang Tindak Pidana Umum, 2  Jaksa dari Bidang Tindak Pidana Khusus, 3 Jaksa dari Bidang Intelijen dan 2 Jaksa dari Bidang Pidana Militer.

Ini didasarkan pada surat keputusan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Nomor KEP – 01/ O.3/Fs.2/01/2022 tentang Pembentukan Tim Pemberantas Mafia Pelabuhan dan Mafia Bandar Udara pada Kejati Kalsel. 

Bekerjasama dengan instansi Kementrian atau lembaga terkait, Satgas bertugas melaksanakan tindakan baik preventif maupun represif terhadap praktik mafia pelabuhan dan bandara. 

"Penindakan represif akan dilakukan apabila ditemukan adanya penyimpangan yang melibatkan mafia pelabuhan dan bandara," terang Novel. 

Tujuan utamanya yaitu untuk memberantas faktor-faktor yang menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi dan meresahkan masyarakat di wilayah Kalsel. 

Baca juga: Erick Thohir Bakal Musnahkan Mafia-mafia Alkes di Indonesia dengan Cara Ini

Selain itu, Satgas Pemberantasan Mafia Pelabuhan dan Bandara Kejati Kalsel juga akan menyediakan sarana aduan (hotline) yang dapat diakses oleh masyarakat melaporkan dugaan praktik mafia pelabuhan dan bandara. 

"Kejaksaan tentu sangat mengharapkan upaya proaktif dari masyarakat untuk ikut memerangi praktik mafia pelabuhan dan bandara yang menghambat perekonomian di Banua," ujar Novel. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved